Tujuan Akhir Strategi Pembelajaran: Studi Pemikiran Ibnu Sina
Main Article Content
Us’an Us’an
Zaki Arrazaq
Unaimah Sanaya
Artikel ini mengkaji strategi pembelajaran dan tujuan akhir proses belajar dalam pemikiran Ibnu Sina serta relevansinya dengan praktik pendidikan saat ini. Strategi pembelajaran dipahami sebagai perencanaan sistematis yang mencakup metode, teknik, dan pendekatan pembelajaran dengan harapan dapat mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam konteks pendidika saat ini, strategi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif saja, namun bagaimana mengembangkan aspek afektif, psikomotorik, dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, baik dari literatur pendidikan modern maupun pemikiran Ibnu Sina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Sina menawarkan konsep pendidikan yang bersifat integral dan humanistik, dengan tujuan akhir diarahkan pada pengembangan potensi manusia secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, moral dan aspek spiritual. Selain itu, pendidikan menurut Ibnu Sina harus berorientasi pada pembinaan jiwa, akhlak, dan kesiapan peserta didik untuk hidup bermasyarakat sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Sina tentang strategi pembelajaran dan tujuan akhir pendidikan memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan masa kini, khususnya dalam upaya membangun pendidikan yang aktif dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Alwizar. (2015). Pemikiran Pendidikan Ibnu Sina. An-Nida :Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 40, N, 12. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.24014/an-nida.v40i1.1491
Amir Reza Kusuma. (2022). Konsep Jiwa Menurut Ibnu Sina dan Aristoteles. TASAMMUH, Volume14, 61–89.
Analisa Gea, R. F. W. Z. (2025). Metode Pembelajaran Kreatif dalam Pendidikan Anak Usia Dini. KHIRANI: Jurnal Pendidikan Anak Usia, DiniVolume, 209–219. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.47861/khirani.v3i1.1622
Asis Saefuddin. (2014). Pembelajaran Efektif. PT Grasindo Rosdakarya.
Hamruni. (2009). Strategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif Menyenangkan. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.
Hartati, N. (2004). Islam dan Psikologi. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.
Herwansyah, H. (2026). Pemikiran Filsafat Ibnu Sina (Filsafat Emanasi, Jiwa Dan Al-Wujud). EL-FIKR: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, Vol 1, No., 45–56. https://doi.org/https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/elfikr/article/view/1571
Iqbal, A. M. (2015). Pemikiran Pendidikan Islam: Gagasan-Gagasan Besar Para Ilmuan Muslim. Pustaka Pelajar.
Ivanda, S. B., Annisa, N., & Sari, H. P. (2025). Peran Ibnu Sina dalam Sejarah Filsafat Islam dan Sains Modern. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, VOLUME 3, 109–120. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i5.1495
Martiningsih. (2012). Para Filsuf dari Plato Sampai Ibnu Bajjah. IRCiSod.
Miftahul Jannah. (2020). Peran Pembelajaran Aqidah Akhlak Untuk Menanamkan Nilai Pendidikan Karakter Siswa. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Vol. 4, No, 244. https://doi.org/DOI 10.35931/am.v4i2.326
Rafika Rahmi, R. M. A. S. (2017). Peran Pelibatan Diri Siswa Sebagai Mediator Dalam Hubungan Antara Iklim Kelas Dengan Sikap Kreatif Siswa Sd Sekolah Alam. Jurnal Psikologi Undip, Vol.16 No.(78).
Supriyadi. (2013). Pengantar Filsafat Islam : Konsep, Filsuf, dan Ajrannya. CV Pustaka Setia.
Suyadi. (2021). Pengembangan Kecerdasan Majemuk Dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Khazanah Islam dan Neurosains. UAD Press.
Us’an, Veronika Lefteuw, S. S. (2026). Memahami Keragaman Gaya Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran: Tinjauan Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Pola Asuh Keluarga. Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Volume 2 N, 727–739.
Us’an. (2023a). Tinjauan Neurosains Terhadap Konsep Nafs (Amarah, Lawwamah, Dan Muthmainnah) Menurut Al-Ghazali Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam. ISLAMADINA: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 24, 3. https://doi.org/DOI: 10.30595/islamadina.v24i2.13027
Us’an, S. (2023b). Tinjauan Neurosains Terhadap Konsep Nafs (Amarah, Lawwamah, Dan Muthmainnah) Menurut Al-Ghazali Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam. ISLAMADINA: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 24, 209. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.30595/islamadina.v24i2.13027
Us’an Us’an, Jenjang Waldiono, D. Y. E. P. (2026). Memahami Tugas Perkembangan Usia Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. INTELEKTUAL:JURNALILMIAHMULTIDISIPLIN MAHASISWA DAN AKADEMISI, Volume 1 N, 1–13. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.64690/intelektual.v1i6.567
Us’an Usa’n, Muzayyim Luthfie, S. (2025). Internalisasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Neurosains. Jurnal Ilmiah Multidisipliner, Vol. 2, No, 211–219. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.63822/0yt4xn86
Us’an, W. (2023c). Implementasi Model Kontekstual pada Pembelajaran Akidah Akhlak di Sekolah Formal dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, Vol. 6 No., 46. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31764/pendekar.v6i1.12002
Wantini, U. (2023). Implikasi Konten Pornografi pada Anak: Urgensi Pendidikan Seks Sejak Dini dalam Usaha Mencegah Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja. Jurnal Pendidikan Anak, Vol. 9 No., 253. https://doi.org/https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JPA/article/view/582
Zubaidi. (2012). Isu-isu Baru dalam Diskursus: Filsafat Pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.













