Bank Sampah Sebagai Ruang Publik Perempuan: Kajian Antropologi Tentang Interaksi Sosial Pada Masyarakat Kampung Nelayan Untia
Main Article Content
Ahmad Maulana
Abdul Rahman
Penelitian ini membahas peran Bank Sampah di Kampung Nelayan Untia sebagai ruang publik baru bagi perempuan nelayan. Dimana dulunya tempat ini hanya menjadi tempat transit sampah, sekarang telah berubah menjadi wadah untuk berkumpulnya perempuan nelayan. Perempuan bisa keluar dari rumah, pilah sampah bareng, berbicara satu sama lain, dan membantu menjaga lingkungan kampung menjadi bersih dan nyaman.
Temuan utama menunjukkan Bank Sampah mengubah cara pandang perempuan mengenai ruang publik. Ibu Sukiyah, Jamilah, dan Hanirah cerita awalnya ragu, tapi lama-lama biasa dan nyaman ikut berkegiatan. Interaksi ini rutin dilakukan sehingga perempuan di Kampung Nelayan Untia menimbulkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan atas kampungnya yang bersih, dari menimbang sampah hingga menjadi kebiasaan dirumah untuk memilah sampah.
Analisis pada tulisan ini memakai teori Habermas soal ruang publik egaliter tanpa adanya hierarki, interaksi Koentjaraningrat yang menghubungkan adanya hubungan timbal balik, antropologi femiis yang menekankan tentang akses publik terhadap lawan patriarki domestik, plus Wati dkk. (2025) soal pengelolaan komunitas tingkatkan kesadaran lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif lewat wawancara dan observasi di TPS 3R Untia. Peneliti menyarankan untuk memperluas program bank sampah dipesisir dengan pendekatan gender agar perempuan makin berdaya. Kajian antropologi ini bukti inisifatif sampah bisa mengubah struktur sosial pada komunitas marginal.
, M. D. P. R., Suhaeb, F. W., & Idrus, I. I. (2022). Permasalahan Pendidikan Anak Nelayan Miskin Di Kampung Nelayan Untia Kota Makassar. Predestinasi, 15(1), 29. https://doi.org/10.26858/predestinasi.v15i1.33633
Borders, F. W. (2003). Chandra Talpade Mohanty".
Boserup, E. (1984). Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi (A. A. H. Penerjemah, Mien Joebhaar, Sunarto; Penyunting (Ed.)). Yayayan Obor Indonesia. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=59154
BRIN. (2024). 11.3 Juta Ton Sampah di Indonesia Tidak Terkelola dengan baik. BRIN. brin.go.id
Buswijaya, E. (2019). Modal Sosial Dalam Pengelolaan Bank Sampah Bukit Hijau Berlian Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jom Fisip, 6, 1–13. http://www.google.co.id/amp/amp.kontan.co
Crenshaw, K. W. (2017). On Intersectionality: Essential Writings. The New Press.
Dr. H. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (M. S. Dr. Patta Rapanna, SE. (Ed.); 1st ed.). CV. Syakir Media.
Dunia, E. (n.d.). Untia Biringkanaya. In Ensiklopedia Dunia. P2K Stekom. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Untia,_Biringkanaya,_Makassar?__cf_chl_rt_tk=XvFrvbzyQkq6AvdPqFmvRqs4n__EEiEUqnD8gs..P8E-1764936590-1.0.1.1-2KkX92pfPhNWEwZBNWJWzMs6GevDwPyiIsaZG4.zC4E
Facts, B. (n.d.). Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy Jurgen Habermas.
Firdaus, M., & Rahadian, R. (2015). Peran istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 241–249.
Habermas, Junger, The Structural Transformation of the Public Sphere, Cambridge,The MIT Press, 1991, pp. 301. (1991).
Kabeer, N. (2012). Women ’ s economic empowerment and inclusive growth : labour markets and enterprise development. 1–65.
Kelurahan, N., Kecamatan, U., Nadya, A., & Faqihah, N. (2022). Celebes Journal of Community Services. 1(2), 32–37.
Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. In B. Rampai (Ed.), Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ortner, S. B. (2006). Anthropology and Social Theory: Culture, Power, and the Acting Subject (Durham (Ed.)). DUKE UNIVERSITY PRESS.
Paper, D. (2016). GENDER EQUALITY AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT : A (Issue 13).
Rahman, A., & Dkk. (2022). Metode Penelitian Ilmu Sosial. In Metode Pengumpulan Data (Klasifikasi, Metode Dan Etika). CV Widina Media Utama.
S, R., Rasman, R., & Everlita, L. (2024). Pengelolaan Sampah Di Pasar Tradisional Terong Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(2), 261–270. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i2.886
Sultana, F. (2021). Political ecology II : Conjunctures , crises , and critical publics. https://doi.org/10.1177/03091325211028665













