Pelanggaran Etika Guru: Studi Kasus Tentang Perlakuan Guru Terhadap Siswa
Main Article Content
Dian Febriani
Shaumi Darno
Winda Putri Zalni
Siska Widyawati
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelanggaran etika guru dalam bentuk tindakan menyindir dan mempermalukan siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan perpisahan sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan studi literatur, penelitian ini menggali pola perilaku guru yang bertentangan dengan profesionalisme dan kode etik pendidik. Data studi kasus menunjukkan adanya ketidakkonsistenan komunikasi guru, yang pada awalnya mengizinkan ketidakhadiran siswa, namun kemudian memberikan sindiran di depan kelas. Tindakan tersebut terbukti menimbulkan dampak psikologis, seperti rasa malu, rendah diri, stres, dan penurunan motivasi belajar. Temuan literatur mendukung hasil studi kasus, bahwa komunikasi negatif dan tidak empatik dapat merusak kepercayaan diri siswa, menghambat partisipasi dalam pembelajaran, serta memperlemah hubungan guru–siswa. Selain itu, minimnya respons kepala sekolah memperlihatkan lemahnya sistem perlindungan terhadap siswa dari keluarga ekonomi lemah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi sosial, komunikasi empatik, serta kesadaran profesional guru untuk mencegah pelanggaran etika. Diperlukan upaya perbaikan pola komunikasi di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam interaksi yang terbuka, nondiskriminatif, dan menghargai martabat peserta didik.
Allo, I. P., Wibowo, R. S., & Siregar, H. (2024). Kualitas komunikasi guru terhadap siswa dalam meningkatkan partisipasi
kegiatan ekstrakurikuler. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 115–123.
Ariansyah, A. B., Ahyani, N., & Indrawati, S. (2024). The influence of student engagement and teacher interpersonal
communication on school well-being of students. PPSDP International Journal of Education, 3(2), 209–222.
Fitriatin, N., Itania, I., Khasanah, I. U., & Adriyansyah, M. A. (2023). Pengaruh kode etik guru terhadap proses pembelajaran.
Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(1), 586–594.
Hidayat, R. (2025). Dampak komunikasi dalam membangun hubungan positif antara guru dan siswa: Kajian sistematis
literatur. Jurnal Pendidik Indonesia, 5(2), Article 58.
Juliana, & Siregar, I. (2024). Pentingnya komunikasi antara guru, siswa, dan orangtua di SMAN 3 Langgam. EduSpirit: Jurnal
Pendidikan
Kusumawati, E. (2025). Dampak peran kesadaran dan rasa memiliki guru dalam mendukung profesionalisme kepemimpinan
kepala sekolah. Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan, 6(2), artikel no.18098.
Mushawir, A., Arqam, M. L., Rambe, M. S., & Lubis, R. (2025). Understanding the role of educators: Teachers’ awareness of
character education in Indonesia. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 14(1), artikel no.2014.
Naibaho, D., & Silalahi, C. I. (2025). Analisis pelanggaran kode etik oleh guru. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan
Humaniora, 4(1).
Wiradana, K. A., Parmiti, D. P., & Astawan, I. G. (2022). Komunikasi guru dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa
kelas V sekolah dasar. Indonesian Journal of Instruction, 3(2), 64–72.
Yuris, E., & Siregar, I. M. (2024). Strategi komunikasi efektif guru BK dalam menghadapi tantangan psikososial siswa. Edu
Society, 4(3).













