Penyutradaraan Film Lily Dengan Penekanan Ekspresi Untuk Memperlihatkan Anxiety Disorder Pada Tokoh Utama
Main Article Content
Fadly Rahmadanu
Zainal Abidin
Penciptaan film fiksi Lily dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental, khususnya anxiety disorder, yang masih belum mendapatkan representasi yang memadai dalam medium film, terutama dalam penggambaran pengalaman batin tokoh. Film Lily mengisahkan seorang perempuan muda yang mengalami anxiety disorder akibat trauma kehilangan dan tekanan keluarga, yang berdampak pada kehidupan sosial serta proses kreatifnya di dunia pertunjukan.
Tujuan penciptaan ini adalah menyutradarai film Lily dengan penekanan ekspresi untuk memperlihatkan kondisi anxiety disorder pada tokoh utama secara jujur dan mendalam. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahapan persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya, dengan pendekatan penyutradaraan yang menitikberatkan pada pengolahan ekspresi mimik wajah, gerak tubuh, dan intonasi suara aktor.
Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penekanan ekspresi, khususnya pada mimik wajah dan gerak tubuh, efektif dalam merepresentasikan gejala anxiety disorder tanpa bergantung pada dialog verbal. Pendekatan ini memungkinkan pengalaman batin tokoh tersampaikan secara visual dan emosional kepada penonton. Melalui penciptaan film Lily, diharapkan karya ini dapat menjadi medium refleksi sosial serta memberikan kontribusi bagi praktik penyutradaraan film, khususnya dalam penggarapan genre drama psikologis yang mengangkat isu kesehatan mental.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.
Bazin, A. (1967). What is cinema? (Vol. 1, H. Gray, Trans.). University of California Press. (Original work published 1958).
Bordwell, D., & Thompson, K. (2008). Film art: An introduction (8th ed.). McGraw-Hill.
Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2016). Film art: An introduction (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Bourne, E. J. (2015). The anxiety and phobia workbook (6th ed.). New Harbinger Publications.
Dirgantari, A. S., Ansar, A., Rustandi, E., & Lestaluhu, S. A. (2024). Dasar-dasar komunikasi: Pengantar komprehensif untuk pemahaman proses komunikasi. PT Media Penerbit Indonesia.
Hairina, Y., & Komalasari, S. (2017). Kondisi psikologis narapidana narkotika di lembaga pemasyarakatan narkotika klas II Karang Intan Martapura, Kalimantan Selatan. Jurnal Studia Insania, 5(1), 94–104.
Saleh, A. A. (2018). Pengantar psikologi. Penerbit Aksara Timur.
Sobur, A. (2003). Komunikasi antarpribadi: Suatu pendekatan teoritis dan praktis. Remaja Rosdakarya.
Weston, J. (1999). Directing actors: Creating memorable performances for film and television. Michael Wiese Productions.
Antara News. (2025, March 8). Prevalensi gangguan kecemasan di Indonesia capai 68,7%. Diakses dari https://www.antaranews.com/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021, October 7). Kemenkes beberkan permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia. Diakses dari https://kemkes.go.id/













