Perancangan Media Informasi Untuk Mengenali Anxiety disorders Pada Usia 12-18 Tahun
Main Article Content
Ronald Desfidi Syaputra
Nefri Anra Saputra
Gangguan kecemasan (anxiety disorder) merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami oleh remaja usia 12–18 tahun. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar satu dari delapan orang di dunia mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, dan remaja menjadi kelompok yang sangat rentan akibat tekanan akademik, perubahan hormonal, perundungan, serta interaksi sosial. Di Indonesia, survei I-NAMHS menunjukkan bahwa 3,7% remaja mengalami gangguan kecemasan, sementara data Jurnal Ilmu Kesehatan (2024) mencatat 15% remaja usia 12–17 tahun mengalami gangguan mental. Selain itu, penelitian Priasmoro et al. (2024) menunjukkan bahwa 63% remaja usia ≤16 tahun mengalami kecemasan sosial. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kecemasan pada remaja merupakan isu yang serius dan membutuhkan perhatian khusus.
Hasil observasi, kuesioner, dan wawancara yang dilakukan di lingkungan sekolah di Padangpanjang menunjukkan bahwa banyak remaja belum menyadari gejala kecemasan yang mereka alami. Gejala tersebut sering dianggap sebagai bagian dari perubahan emosi normal pada masa remaja, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Rendahnya kesadaran ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan media informasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, baik dari segi bahasa, visual, maupun cara penyampaian pesan. Media edukasi yang tersedia umumnya masih menggunakan bahasa yang kurang komunikatif dan tampilan yang kurang menarik bagi remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi berbasis desain komunikasi visual yang dapat membantu remaja mengenali anxiety disorder secara lebih mudah dan efektif. Media utama yang dirancang berupa buku ilustrasi dengan pendekatan visual yang edukatif dan empatik, didukung oleh media pendukung seperti poster, infografis, media sosial, dan merchandise. Penggunaan ilustrasi bergaya kartun dengan style line art, warna yang lembut, bahasa yang sederhana, serta narasi yang dekat dengan kehidupan remaja diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap gangguan kecemasan. Perancangan media informasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif serta berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK). (2024). Laporan Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 8 No. 2, Oktober 2024. http://dx.doi.org/10.33757/jik.v8i2
Priasmoro. (2024). Tingkat kecemasan sosial pada remaja usia ≤16 tahun di Indonesia.
Rosita, A. (2022). Pengaruh legibility terhadap keterbacaan dalam desain tipografi. Jurnal Desain Visual, 8(2), 45–57.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2023). Laporan kesehatan mental remaja di Indonesia. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/17169067256655eae5553985.98376730.pdf
World Health Organization (WHO). (2023). World mental health report: Transforming mental health for all. https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338
WHO. (2024). Mental health of adolescents: Key facts and challenges. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
UNICEF. (2023). Mental health and well-being of adolescents in Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/media/23796/file/adolescent-health-profile-2024.pdf
I-NAMHS. (2022). Laporan survei nasional kesehatan mental remaja Indonesia. https://qcmhr.org/outputs/reports/12-i-namhs-report-bahasa-indonesia
Channel News Asia. (2024). Rising mental health concerns in Southeast Asia post pandemic. https://www.channelnewsasia.com/
TIMES Indonesia. (2024). Remaja dan tantangan kesehatan mental di era digital. https://www.timesindonesia.co.id/
Alodokter. (2023). Panic disorder: Gejala, penyebab, dan pengobatan. https://www.alodokter.com/panic-disorder-gejala-penyebab-dan-pengobatan
Primaya Hospital. (2023). Generalized Anxiety disorder (GAD): Gejala dan cara mengatasinya. https://www.primayahospital.com/id/artikel/generalized-anxiety-disorder-gad-gejala-cara-mengatasinya













