Konflik Kepentingan Pribadi Guru Dalam Dunia Pendidikan
Main Article Content
Tazqiah Nurhasanah
Ultia Ramadhina
Chelvin Rivaldo
Siska Widyawati4
Konflik kepentingan pribadi guru dalam dunia pendidikan merupakan isu yang semakin mendapat perhatian karena berdampak langsung pada integritas, profesionalisme, dan kualitas proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk konflik kepentingan yang dialami guru, faktor penyebabnya, serta implikasinya terhadap etika profesi dan hubungan pendidik–peserta didik. Melalui studi literatur dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi beberapa bentuk konflik kepentingan, seperti penggunaan kewenangan untuk keuntungan pribadi, praktik komersialisasi pendidikan, serta pengaruh relasi sosial dalam pengambilan keputusan akademik. Faktor pemicu meliputi tekanan ekonomi, lemahnya pengawasan institusi, hingga kurangnya pemahaman mengenai kode etik keguruan. Temuan artikel ini menegaskan bahwa konflik kepentingan tidak hanya merugikan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan, tetapi juga menghambat terciptanya lingkungan belajar yang adil dan berintegritas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan literasi etika profesi, serta pembangunan budaya sekolah yang transparan dan akuntabel untuk meminimalisasi konflik kepentingan guru dalam praktik Pendidikan
Guru, T. K., Pendidikan, S., & Dewi, P. (n.d.). Konflik dalam tata kelola guru di satuan pendidikan. 87–93. Daryanto. (2007). Tujuan, Metode Dan Satuan Pelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.
(Bapak Prof. Dr. H. Detri Karya, SE., MA, n.d.) Depdiknas, Undang-Undang Sitem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003. Jakarta: Depdiknas, 2003
(ETIKA, n.d.) Bapak Prof. Dr. H. Detri Karya, SE., MA,. (n.d.).Guru, T. K., Pendidikan, S., & Dewi, P. (n.d.). Konflik dalam tata kelola guru di satuan pendidikan. 87–93.
(DR.H Ifnaldi, n.d.) Daryanto. (2007). Tujuan, Metode Dan Satuan Pelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.MI
Bush, T., & Coleman, M. (2006). Educational Leadership. London: SAGE Publications.
Glickman, C. D. (1990). Supervision of Instruction: A Developmental Approach. Boston: Allyn and Bacon.
Hoy, W. K., & Miskel, C. G. (2013). Educational Administration: Theory, Research, and Practice (9th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Kohlberg, L. (1984). The Psychology of Moral Development: The Nature and Validity of Moral Stages. San Francisco: Harper & Row.
Robbins, S. P. (2003). Organizational Behavior (10th ed.). New Jersey: Prentice Hall.
Sargeant, M. A. (2010). Ethics in Education. London: Routledge.
Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). San Francisco: Jossey-Bass.
Terry, G. R. (2009). Principles of Management. Illinois: Richard D. Irwin Inc.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.













