Konseling Remaja dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling: Sebuah Kajian Pustaka
Main Article Content
Norpin Sangapa’
Remaja merupakan fase perkembangan yang krusial dan rentan terhadap berbagai permasalahan psikososial, akademik, emosional, serta penyesuaian diri. Kondisi tersebut menuntut adanya layanan bimbingan dan konseling yang terencana, sistematis, dan berlandaskan teori ilmiah yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep konseling remaja, karakteristik perkembangan remaja, pendekatan-pendekatan konseling yang relevan, serta peran konselor dalam layanan konseling remaja berdasarkan perspektif bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku teks, jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen akademik lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling remaja memiliki peran strategis dalam membantu remaja mencapai tugas-tugas perkembangannya, mencegah munculnya perilaku bermasalah, serta membantu remaja mengatasi masalah pribadi, sosial, belajar, dan karier. Efektivitas konseling remaja sangat dipengaruhi oleh kompetensi profesional dan kepribadian konselor, pemilihan pendekatan konseling yang sesuai, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis bagi mahasiswa, konselor, dan praktisi bimbingan dan konseling dalam mengembangkan layanan konseling remaja yang komprehensif dan efektif.
Adhiputra, A. A. N. (2025). The role of counseling in addressing mental health issues among adolescents: Challenges and opportunities. The Journal of Academic Science, 5(1), 45–58.
Dartina, V., Wahyudin, U., & Nuriah, S. (2025). Health communication as an approach in adolescent counseling: An exploration of mental health practitioners. Journal of Education and Counseling, 7(1), 12–25.
Fatmawati, S., Lestari, W. M., & Salsabila, S. F. (2024). Peran konseling keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 101–112.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Prayitno. (2013). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sasrianis, Karneli, & Netrawati. (2025). Existential approach counseling in dealing with adolescent identity crisis: A literature review. Journal of Psychology, Counseling and Education, 4(1), 33–44.
Sukardi, D. K. (2010). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Prayitno. (2013). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sukardi, D. K. (2010). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.













