Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dan Sindrom Makan Malam Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Tingkat I Dan II Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani
Main Article Content
Rachel Darmawan
Dian Perwita Fitrianingrum
Inna Mukhaira
Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan dewasa muda, terutama mahasiswa. Faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insomnia antara lain durasi penggunaan Gadget yang berlebihan dan kebiasaan makan pada malam hari. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan Gadget dan sindrom makan malam dengan kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat I dan II Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan desain Analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat I dan II Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani, dengan sampel sebanyak 242 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner durasi penggunaan Gadget, Night Eating Questionnaire (NEQ), dan Insomnia Severity Index (ISI). Hasil: analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan Gadget dengan kejadian insomnia (p = 0,040; p < 0,05) serta terdapat hubungan yang signifikan antara sindrom makan malam dengan kejadian insomnia (p = 0,012; p < 0,05). Kesimpulan: durasi penggunaan Gadget yang tinggi dan sindrom makan malam berhubungan dengan meningkatnya kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat I dan II. Saran: mahasiswa diharapkan membatasi penggunaan Gadget terutama menjelang tidur, menerapkan pola makan teratur, serta meningkatkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kualitas tidur dan mencegah terjadinya insomnia.
Smk Pelita Ciampea 2 Bogor Tahun 2022. Jurnal Keperawatan Anak, 1–20.
Nasution, M. A., Retno Mardhiati, & Dian Kholika Hamal. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Insomnia Pada Siswa Menengah Atas. Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan, 6(2), 173–186. Https://Doi.Org/10.36971/Keperawatan.V6i2.124
Pratama, D., Muchamad, J., Temun, T., & Rachmanita, Z. A. (2025). Blue Light Exposure, Sleep Quality, And Eye Strain : Interkoneksi Penggunaan Gadget Dan Kesehatan Mata Mahasiswa Kedokteran Universitas Lampung, Indonesia Mata Dan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa. Salah Satunya Dilakukan Oleh Kurniawan Et Al . Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 2(3), 108–116.
Priska Akwilda Sa’u, A. T. (2024). Studi Literatur Efektifitas Pengobatan Insomnia Dengan Menggunakan Akupunktur. 4(1), 3851–3862.
Silvani, M. I., Werder, R., & Perret, C. (2022). The in fl uence of blue light on sleep , performance and wellbeing in young adults : A systematic review. August. https://doi.org/10.3389/fphys.2022.943108
Suleman, I., Anggun, T., Lewo, F., Firsandi, M. R., Ilmu Keperawatan, J., Olahraga, F., & Kesehatan, D. (2023). Hubungan Lama Penggunaan Smartphone Sebelum Tidur Dengan Gejala Insomnia Pada Remaja Kelas X Sma Negeri 3 Gorontalo the Relationship Between Smartphone Use Before Sleep With Insomnia Symptoms in Adolescent Grade X Sma Negeri 3 Gorontalo. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 289–298. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index
Tudu, F. N. B., Tira, D. S., & Landi, S. (2023). Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Fkm. Jurnal Kesehatan, 12(1), 12–19. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v12i1.226
Tzischinsky, O., Latzer, I. T., Alon, S., & Latzer, Y. (2021). Sleep quality and eating disorder-related psychopathologies in patients with night eating syndrome and binge eating disorders. Journal of Clinical Medicine, 10(19). https://doi.org/10.3390/jcm10194613
Tzischinsky, O., & Latzer, Y. (2025). Night eating syndrome prevalence and its association with sleep quality, eating patterns, and psychopathology in an Israeli community sample. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 60(12), 2859–2869. https://doi.org/10.1007/s00127-025-02880-w













