Perancangan Media Informasi Tentang Kuliner Tradisional Minangkabau Kepada Anak Sebagai Upaya Literasi Sedari Dini
Main Article Content
Ahmad Hidayat
Aryoni Ananta
Kuliner tradisional Minangkabau merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi, namun keberadaannya kian terancam akibat gencarnya paparan makanan modern dan minimnya media literasi visual yang relevan bagi anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang serta pihak sekolah, ditemukan bahwa program pengenalan budaya kuliner Minangkabau, seperti muatan lokal Keminangkabauan, masih terbatas pada tahap pengenalan dan belum didukung oleh media pembelajaran yang sesuai dengan psikologi anak. Perancangan ini bertujuan menciptakan Media Informasi berupa buku ilustrasi yang mampu memperkenalkan kuliner tradisional Minangkabau kepada anak usia 5-9 tahun secara menarik dan komunikatif. Metode perancangan meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, yang kemudian dianalisis menggunakan kombinasi metode 5W+1H dan AIDA. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi berjudul "Jelajah Rasa Minangkabau: Mengenal 10 Kuliner Tradisional" berformat A5 sebanyak 27 halaman, menampilkan sepuluh kuliner tradisional yang jarang dikenal masyarakat umum, seperti Dakak-dakak Petak, Pinyaram, Lapek Bugih, Galamai, Sambareh, Lompong Sagu, Ampiang Dadiah, Kacimuih, Bubur Kampiun, dan Sarang Balam. Buku ini menggunakan gaya ilustrasi flat vector dengan karakter antropomorfik, palet warna hangat dan cerah, serta teks interaktif yang singkat dan mudah dipahami anak. Media ini dilengkapi dengan media pendukung berupa poster, stiker, gantungan kunci, X banner, dan merchandise lainnya. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bahan ajar bagi orang tua dan guru dalam menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya kuliner lokal sejak dini, sekaligus mendukung upaya pelestarian kuliner tradisional Minangkabau di tengah gempuran budaya asing.
Aisyah, S. (2017). Tradisi kuliner masyarakat Minangkabau: Aneka makanan khas dalam upacara adat dan keagamaan masyarakat Padang Pariaman. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta’limat, Budaya, Agama dan Humaniora.
Amalia Zati, V. D. (2018). Upaya untuk meningkatkan minat literasi anak usia dini. Bunga Rampai Usia Emas, 4(1), 18–21.
Anggraini, L., & Nathalia, K. (2014). Desain komunikasi visual dasar-dasar panduan untuk pemula. Nuansa Cendekia.
Arifin, & Kusrianto, A. (2009). Sukses menulis buku ajar dan referensi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Baqi, M.P.A., Majid , S.H. & Agustina, Y.S. (2022). Desain Komunikasi Visual Social Media Sebagai Penunjang Informasi dan Promosi Pada PT. Diamas Star, MAVIB Journal, 3(1), 33-42
Berman, D. B. (2009). Do Good Design: How Design Can Change Our World. Pearson Education.
Chaniago, S. W. P., & Agmasari, S. (2022, 27 Juli). Mengapa kue lompong sagu kian langka di Sumatera Barat? Kompas. https://www.kompas.com/food/read/2022/07/27/170600975/mengapa-kue-lompong-sagu-kian-langka-di-sumatera-barat
Kusrianto, A. (2007). Pengantar desain komunikasi visual. Penerbit Andi.
Latamada, P. A., & Moussadecq, A. (2024). Perancangan buku ilustrasi sebagai Media Informasi mengenai kue tradisional khas Lampung guna meningkatkan minat anak pada produk lokal [Skripsi, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya]. Repositori Institusi.
Lauer, D. A., & Pentak, S. (2016). Design Basics (9th ed.). Cengage Learning.
Manzini, E. (2015). Design, When Everybody Designs: An Introduction to Design for Social Innovation. MIT Press.
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. S. (2021). "Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Implementasinya dalam Pembelajaran". Jurnal Intelektualita, Vol. 3, No. 1. (Menyadur penerapan teori Piaget dalam konteks literasi dan pendidikan anak di Indonesia).
Norman, D. A. (2004). Emotional Design: Why We Love (or Hate) Everyday Things. Basic Books.
Nurgiyantoro, Burhan. (2024). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak (Cet. ke-3). Gadjah Mada University Press.
Pratas, A. (2014). Creating Flat Design Websites. Birmingham: Packt Publishing Ltd.
Putra, I. B. A. W., Dewi, N. M. E. N., & Dewi, P. S. T. (2023). Pendekatan child friendly color sebagai solusi dalam perancangan interior bangunan poliklinik anak di Kota Denpasar. Jurnal iSPECTRUM, 2(2), 174–189. https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/ispectrum
Putri, S. A., Juwaedah, A., & Karpin. (2019). Upaya pelestarian kuliner khas Minangkabau pada pola makan keluarga minang perantauan. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner, 8(1), 74–81.
Rahman, F. (2016). Jejak rasa Nusantara: Sejarah makanan Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama.
Rustan, S. (2020). Layout 2020. CV. Nulis Buku Jendela Dunia.
Sihombing, D. (2017). Tipografi dalam desain grafis. Gramedia Pustaka Utama.
Soedarso, S. P. (1990). Tinjauan seni: Sebuah pengantar untuk apresiasi seni. Sakudayarsana.
Sugiyarto, EA. Desain Komunikasi Visual sebagai Media Informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah. (2026). Advances In Education Journal , 2(4), 292-303. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/898
Supriyono, R. (2010). Desain komunikasi visual: Teori dan aplikasi. Andi.
Susanto, H. Y. (2023). Perancangan buku ilustrasi ragam kuliner khas Surabaya sebagai upaya untuk memperkenalkan makanan khas Surabaya pada anak 7–12 tahun [Tugas Akhir S1, Universitas Dinamika]. Repositori Institusi.
Suwarno, Wiji. (2011). Perpustakaan dan Buku: Wacana Penulisan dan Penerbitan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Tempo. (2018). Suplemen T-Gastronomi: Menolak lupa jajanan pasar.
Virgiawan, D.M. & Jasjfi, E.F. (2021). Kontribusi Desain Terhadap Pemasaran Kedai Kopi pada Masa Pandemi COVID-19, Prosiding Seminar Nasional Desain Sosial 2021, 46-52.
Wibowo, I. T. (2015). Belajar desain grafis. Notebook.
Zeegen, L. (2020). The fundamentals of illustration. Bloomsbury Visual Arts.













