Pengaruh Self-Compassion Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Broken Home Di Jember
Main Article Content
Rahmaniar Endiana Safira
Festa Yumpi Rahmanawati
Panca Kursistin Handayani
Remaja akhir dari keluarga broken home berisiko mengalami kesulitan psikologis, salah satunya dalam mengelola emosi akibat konflik keluarga, perceraian orang tua, atau kurangnya dukungan emosional. Salah satu faktor yang dapat membantu meningkatkan regulasi emosi adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk memperlakukan diri dengan penuh kebaikan, menerima kekurangan, dan memahami pengalaman sulit sebagai bagian dari kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap regulasi emosi pada remaja akhir dari keluarga broken home di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 153 responden berusia 18–21 tahun yang mengalami kondisi broken home akibat perceraian orang tua. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-compassion dan regulasi emosi, kemudian dianalisis menggunakan uji deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-compassion berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,188, t = 5,67, dan p < 0,001. Nilai R² sebesar 0,175 menunjukkan bahwa self-compassion memberikan kontribusi sebesar 17,5% terhadap regulasi emosi, sedangkan 82,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa regulasi emosi berada pada kategori tinggi sebesar 64,5%, dengan aspek Engaging in Goal-Directed Behavior memiliki persentase tertinggi sebesar 67,3%. Sementara itu, Pada Self-Compassion aspek tertinggi adalah Self-Kindness versus self-judment sebesar 99,3%. Namun, hasil uji linearitas menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel tidak sepenuhnya linear sehingga hasil regresi perlu diinterpretasikan secara hati-hati
[1] J. W. Santrock, Life-Span Development (14th ed.). York: NY : McGraw-hill Education., 2013.
[2] T. Mahnunin, J., & Ridjal, “Identifikasi tingkah laku siswa dari keluarga broken home (studi kasus tentang keluarga broken home dan tingkah laku siswa MTs).,” J. Thalaba Pendidik. Indones., 2021.
[3] J. J. Gross, “he Emerging Field of Emotion Regulation: An Integrative.,” Rev. Gen. Psychol., vol. 2, pp. 271–299, 1998.
[4] A. Izzah, F. Indratno, and N. A. Fardana, “Peran Dukungan Sosial Dan Self-Compassion Terhadap Regulasi Emosi Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP),” pp. 1–6, 2025.
[5] H. Hasmarlin and Hirmaningsih, “Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja Self-Compassion and Emotion Regulation In Adolescence,” J. Psikol., vol. 15, no. 2012, p. 2, 2019, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.24014/jp.v14i2.7740
[6] H. Hasmarlin, “Hubungan Self-Compassion dengan Regulasi Emosi pada Remaja (Studi pada Siswa SMA di Pekanbaru),” Skripsi. Fak. Psikologi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau., 2018.
[7] A. W. Hasanah, Hafnidar, and N. Junita, “Hubungan antara Self-Comppasion dengan Regulasi Emosi pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan Miftahul Jannah The Relationship Between Self-Comppasion And Emotional Regulation In Adolescents,” vol. 2, no. 3, pp. 681–691, 2024.
[8] T. Octasya and E. R. Antika, “Pengaruh Self-Compassion Terhadap Regulasi Emosi Siswa Smp Negeri Kecamatan Semarang Timur Ditinjau Dari Gender,” QUANTA J. Kaji. Bimbing. dan Konseling dalam Pendidik., vol. 7, no. 3, pp. 99–107, 2023, doi: 10.22460/quanta.v7i3.3918.
[9] Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta, 2022.
[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. 2019.
[11] R. B. Shoffa, “Hubungan Self-Compassion Dengan Regulasi Emosi Pada Mahasiswa,” Jinu), vol. 2, no. 2, pp. 272–279, 2025, doi: https://doi.org/10.61722/jinu.v2i2.3684.
[12] A. A. Ridho, “Pengaruh regulasi emosi terhadap penyesuaian diri remaja broken home,” 2023. [Online]. Available: https://eprints.walisongo.ac.id/22676/1/Skripsi_1607016080_Ahmad_Amhar_Ridho.pdf
[13] S. Ramadhani, “Pengaruh Self Compassion Terhadap Body Dissatisfaction Pada Ibu Anggota Posyandu XY,” 2023.













