Penangkaran Buaya Asam Kumbang Dalam Fotografi Korporat
Main Article Content
Joshua Fernando
Benny Kurniadi
Penangkaran Buaya Asam Kumbang merupakan salah satu pusat konservasi buaya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara. Selain berfungsi sebagai tempat pelestarian satwa, kawasan ini juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi yang menawarkan berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung. Namun, potensi dan identitas visual Penangkaran Buaya Asam Kumbang belum sepenuhnya terdokumentasikan secara optimal sebagai media promosi dan branding perusahaan. Oleh karena itu, penciptaan karya fotografi korporat ini bertujuan untuk memperkenalkan citra Penangkaran Buaya Asam Kumbang melalui media visual yang informatif, komunikatif, dan menarik sehingga mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap kegiatan konservasi dan wisata edukasi. Metode penciptaan karya dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi lapangan, pengumpulan data, eksplorasi ide, perancangan konsep, proses pemotretan, seleksi karya, hingga penyajian hasil akhir. Pendekatan fotografi korporat digunakan untuk menampilkan identitas kawasan melalui dokumentasi fasilitas, lingkungan penangkaran, aktivitas pengelola, serta kehidupan buaya sebagai objek utama. Pengkarya menerapkan berbagai teknik fotografi seperti bird’s eye view, high angle, eye level, dan telephoto shot untuk menghasilkan visual yang mampu menggambarkan karakter, aktivitas, dan keunggulan kawasan secara menyeluruh. Hasil penciptaan berupa 20 karya fotografi yang menampilkan aspek konservasi, fasilitas wisata, aktivitas pengelola, serta interaksi pengunjung di Penangkaran Buaya Asam Kumbang. Karya-karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai media promosi dan branding yang dapat dimanfaatkan untuk company profile, publikasi digital, dan materi promosi resmi. Melalui karya ini diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang lebih luas mengenai pentingnya konservasi buaya serta peran Penangkaran Buaya Asam Kumbang sebagai destinasi wisata edukasi yang mendukung pelestarian satwa dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Berger, J. (2012). Understanding a Photograph. London: Penguin Books.
Kusuma, A. (2022). Dasar-Dasar Pencahayaan dalam Fotografi. Yogyakarta: Andi Offset.
Freeman, M. (2010). The Photographer’s Eye: Composition and Design for Better
Langford, M., Fox, A., & Smith, R. S. (2015). Langford’s Basic Photography (9thed.).
Lili, T. M., Kiefer, R. W., & Chipman, J. W. (2015). Remote sensing and image interpretation (7th ed., p.136). Wiley London: Focal Press.
London, B., Stone, J., & Upton, J. (2010). Photography (10th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Sheehan, B. (2006). Photography in the Modern Korporat World. New York:
Sugiyono (2020) Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Routledge.
Tjin, E., & Mulyadi, S. (2014). Fotografi Komersial. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Tarumingkeng, R. C. (2010). Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wells, L. (2015). Photography: A Critical Introduction (5th ed.). London: Routledge.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.













