Perancangan Media Informasi Tentang Kisah Cindua Mato Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter
Main Article Content
Avicenna Cinduomato
Rajudin
Perancangan media informasi tentang Kisah Cindua Mato dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya minat remaja terhadap cerita rakyat dan budaya lokal Minangkabau. Padahal, Kisah Cindua Mato merupakan salah satu kaba klasik Minangkabau yang mengandung berbagai nilai pendidikan karakter, seperti religius, tanggung jawab, kemandirian, integritas, rendah hati, dan menghormati orang tua. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan Kisah Cindua Mato dalam bentuk animasi 2D yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan media yang dekat dengan remaja. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode 5W+1H. Hasil perancangan berupa animasi 2D berdurasi delapan menit yang mengadaptasi Kisah Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah dengan gaya visual semi-realis serta memadukan teknik frame by frame animation dan cut-out animation. Selain media utama berupa animasi, perancangan ini juga didukung oleh media pendukung seperti komik, poster, xbanner, standee karakter, dan media promosi lainnya. Melalui perancangan ini, Kisah Cindua Mato dapat disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan mudah dipahami sehingga dapat menjadi media informasi budaya sekaligus sarana penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda.
Aimifrina, A. 2013. "Minangkabau dalam Kaba Cindua Mato". Jurnal Antropologi Sosial Budaya, 5(2), 45-60.
Aminuddin. 2002. Sastra Lisan Minangkabau: Kajian Struktur dan Fungsi. Bandung: Angkasa.
Bascom, William R. 1965. “The Forms of Folklore: Prose Narratives.” Journal of American Folklore 78(307): 3–20.
Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Danandjaja, James. 2007. Cerita Rakyat dari Sumatra Barat. Jakarta: Grasindo.
Djamaris, Edwar. 2002. Randai: Teater Tradisional Minangkabau. Padang: UNP Press.Endraswara, Suwardi. 2013. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.
Hidayati, Nurul. 2016. “Cerita Rakyat sebagai Media Pendidikan Karakter.” Jurnal
Pendidikan Karakter 6(1): 45–56.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendikbud.
Melalatoa, M. Junus. 1995. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.
Pratt, Douglas. 2007. Moving Pictures: A New Theory of Film Genres, Feelings, and Cognition. Berkeley: University of California Press.
Suryadi. 2000. Kaba: Sastra Lisan Minangkabau. Padang: UNP Press.
Sutopo, Ari, dan Irwansyah, Deddy. 2020. “Animasi Budaya sebagai Media Edukasi Identitas Nasional.” Jurnal Ilmu Komunikasi 18(2): 155–169.
Syamsudin St. Rajo Endah. 2004. Kaba Klasik Minangkabau: Cindua Mato. Edisi Revisi. Penyunting: H. Arfizal Indramaharaja. Padang Panjang: Dinas Kebudayaan Sumatra Barat.
Thomas, Frank, dan Johnston, Ollie. 1995. The Illusion of Life: Disney Animation. New York: Hyperion.
Wells, Paul. 2002. Animation: Genre and Authorship. London: Wallflower Press.
Zuriati. 2010. “Kaba dalam Masyarakat Minangkabau: Fungsi dan Makna ” Jurnal Humaniora 22(2): 120–135.
Zuriati. 2015. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam Kaba Minangkabau. Padang: UNP Press.













