Respon Masyarakat Terhadap Karya Sastra (Foklor) Studi Kasus Cerita Candi Tanjung Medan Kajian Dekonstruksi
Main Article Content
Rico Aprisa
Folklore is a reflection of social facts or real facts of the past which are the storyteller's response due to the inheritance and the common thread between the story and reality or rather there is an intertext in the patterns of inheritance of the story. This also occurs in the local community who call the Tanjung Medan temple as the Puti Sangkar Bulan temple. The story of Puti Sangkar Bulan is about two Rajo named Rajo Sangek Baung and Rajo Sabandar who are fighting over Puti Sangkar Bulan, so the temple is the place of their contest.
Al-Fayyadi, Muhammad. 2005. Derrida. Yogyakarta : Lkis
Barker, Chir. 2009. Cultural Studie Teori & Praktik. Bantul : Kreasi Wacana
Barker, Chris. 2009. Cultural Studies; teori & Praktek. Terjemahan Nurhadi. Bantul: Kreasi Wacana
Danandjaya, James. 1991. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Depdikbud. 1982. RisalahSejarah dan Budaya Seri folklore. Yogyakarta: Balai Penelitian dan Sejarah.
DEPDIKNAS,2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa.
Endraswara, Suardi. 2013. Folklor Nusantara Hakikat Bentuk Dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.
2008. Metodologi Penelitian Sastra; Epistimologi, Model, Teori, & Aplikasi. Yogyakarta: Medpress
Hamka. 1950. Falsafah Hidup. Medan: Pustaka Islamiayah
Hardiman, F. Budi. 2003. Melampaui Positivisme & Modernitas. Yogyakarta: Kanisius.
Hoed, Benny. H. 2008. Semiotik & Dinamika Sosial Budaya. Depok : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Junus, Umar. 1985. Resepsi Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.
. 1993. Dongeng Tentang Cerita. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Juwati, 2018. Sastra Lisan Bumi Silampari Teori Metode dan Penerapannya. Yogyakarta: Deepublish.
Kurniawan, Syamsul & Erwin Mahrus. 2011. Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam. Jokjakarta: Ar-Ruzz Media
Minderop, Albertine. 2013. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori dan
Moleong. Lexi J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugiyanto, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiski. Yogyakarta : Gajah Mada
O’Donnell, Kevin. 2009. Postmodernisme. Yogyakarta : Kanisius
Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika; Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta : Jalasutra.Publisher
Rahman, Budi Munawar. 2010. Argumen Islam Untuk Liberalisme. Jakarta : Grasindo.
Ratna, Nyoman Kutha. 2007. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
. 2010. Kajian Budaya dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora Pada
. 2010. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santoso, Listiyono. 2012. Epistemologi Kiri. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suroto.1989. Apresiasi Sastra Indonesia.Jakarta : Erlangga
Susanto, Budi. 2008. Membaca Poskolonialitas di Indonesia. Yogyakarta : Kanisius.
Teeuw,A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra.Jakarta : Girimukti Pustaka
Tilaar, H.A.R. 2003. Kekuasaan & Pendidikan. Magelang : Indonesia Tera.
Tim Penyusun Kamus Pustaka Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta :
Umumnya.Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Wellek, Rene & Austin Waren. 1993. Teori Kesusastraan. (Tjetjep Melani Budianta, pentj). Jakarta : Gramedia.
Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian prosa fiksi. ….. : Garudhawaca
Widja, I Gde. 2012. Pendidikan Sebagai Ideologi Budaya. Denpasar : Krishna Abadi.
Wiyatmi. 2011. Psikologi sastra : teori dan aplikasinya. Yogyakarta : Kanwa
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Zaidan, Abdul Rozak. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Balai Pustaka













