Visualisasi Kucing Pada Karya Kriya Kayu
Main Article Content
Heru Mahendra
Kucing adalah mamalia karnivora dari famili Felidae yang dikenal karena sifat independen, kemampuan adaptasi tinggi, dan perilaku teritorial. Dengan indera pendengaran, penglihatan malam, dan refleks superior, kucing berperan sebagai predator kecil sekaligus hewan pendamping manusia. Simbol misteri, kebebasan, dan kenyamanan dalam berbagai budaya. Ketertarikan pengkarya mengangkat visual kucing didasari oleh keunikan perilaku maternal pada kucing domestik yang kompleks namun sering diabaikan. Perilaku ini tidak hanya penting bagi kelangsungan hidup anak kucing, tetapi juga mencerminkan nilai empati, perlindungan, dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sosial manusia. Selain itu, penciptaan ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada bidang kesejahteraan hewan dan edukasi kepemilikan hewan yang bertanggung jawab. Pada tahap perancangan, ide dituangkan ke dalam sketsa yang menjadi desain pada karya yang dibuat. Bahan yang digunakan yaitunya dari kayu surian, karena memiliki kayu yang tidak terlalu keras dan memiliki motif kayu yang unik. Pada tahap finishing, karya diberi olesan wood stain yang menonjolkan warna coklat agak kemerahan pada bahan kayu surian
Gustami, SP. 2007. Butir-Butir Mutiara Estetika Timur, Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.Kartika, Dharsono sony. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains
Driscoll, C. A., Menotti-Raymond, M., Roca, A. L., Hupe, K., Johnson, W. E., Geffen, E., ... & O'Brien, S. J. (2007). The Near Eastern origin of cat domestication. Science, 317(5837), 519-523
Turner, D. C., & Bateson, P. (2014). The domestic cat: The biology of its behaviour (3rd ed.). Cambridge University Press.
Kessler, M. R., & Turner, D. C. (1997). Stress and adaptation of cats (Felis silvestris catus) housed singly, in pairs and in groups in boarding catteries. Animal Welfare, 6(3), 243-254.













