Analisis Berbagai Ancaman Terhadap Keberlanjutan Wisata Alam Di Geopark Silokek
Main Article Content
Teja Arianda Ilhamdi
Muhammad Refki Novesar
Geopark Silokek adalah kawasan wisata alam berbasis geopark di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai budaya. Pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman serta menganalisis kondisi sosial masyarakat yang memengaruhi keberlanjutan kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan dipilih secara purposive sampling dari unsur pemerintah, pengelola, Pokdarwis, masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman berasal dari aspek lingkungan dan kelembagaan. Ancaman lingkungan meliputi aktivitas tambang emas, sampah wisatawan, tekanan terhadap geosite, serta risiko banjir dan longsor. Sementara itu, aspek kelembagaan ditandai oleh koordinasi yang belum optimal, ketergantungan pada kebijakan pemerintah, dan keterbatasan infrastruktur. Masyarakat telah menunjukkan dukungan dan keterlibatan dalam aktivitas wisata, meskipun partisipasi dan kapasitasnya masih perlu ditingkatkan melalui pemberdayaan dan edukasi. Keberlanjutan Geopark Silokek sangat bergantung pada sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, dengan memperkuat aspek konservasi, kelembagaan, dan peran masyarakat guna memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang.
Agastya, I. B. (2025). Geopark: Soft diplomacy of conservation and sustainable economic development in Indonesia. Jakarta: Pustaka Pariwisata.
Apriana, A., & Kusumah, A. H. G. (2024). Pengaruh Persepsi Kualitas Daya Tarik Wisata dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Word of Mouth di Tanah Lot. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 7(1). DOI: https://doi.org/10.37253/altasia.v7i1.10090
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sijunjung. (2024). Kabupaten Sijunjung dalam angka 2024. Sijunjung: BPS Kabupaten Sijunjung.
Bobrowsky, P. T., & Dixon, G. (Ed.). (2012). Geoheritage: Protecting and Sharing Earth's Legacy. Dordrecht, Netherlands: Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-007-3504-4
Bobrowsky, P. T., & Dixon, G. (Eds.). (2012). Geoheritage: Protecting and sharing Earth's legacy. Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-007-3504-4
Bramwell, B., & Lane, B. 1993. Sustainable Tourism: An Evolving Global Approach. Journal of Sustainable Tourism, 1(1): 1–5.
Butler, R. W. (1999). Sustainable tourism: A state-of-the-art review. Tourism Geographies, 1(1), 7–25. https://doi.org/10.1080/14616689908721291
Coccossis, H., & Mexa, A. (Ed.). 2004. The Challenge of Tourism Carrying Capacity Assessment: Theory and Practice. England: Ashgate Publishing.
Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2018). Tourism: Principles and practice (6th ed.). Harlow: Pearson Education.
Deng, J., King, B., & Bauer, T. (2020). Managing geoparks for sustainable tourism development. Tourism Management Perspectives, 33, 100–109.
Djumaty, H., Abdullah, M., & Rahman, A. (2022). Identifikasi potensi desa wisata berbasis pendekatan 4A di Kampung Kelapa Tindan. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 17(2), 89–101
Donici, A., Fredman, P., & Tyrväinen, L. (2024). Nature-based tourism and environmental sustainability: A global perspective. Sustainability, 16(3), 1120–1135.
Dowling, R. K., & Newsome, D. (2018). Geotourism: The tourism of geology and landscape. Oxford: Goodfellow Publishers.
Eder, W., & Patzak, M. (2004). Geoparks: Geological attractions—A tool for public education, recreation and sustainable economic development. Paris: UNESCO.
Eder, W., & Patzak, M. 2004. Geoparks—Geological Attractions: A Tool for Public Education, Recreation and Sustainable Economic Development. Episodes, 27(3): 162–164.
Elgin, C., & Elveren, A. Y. (2024). Tourism, environment, and sustainable development nexus. Ecological Economics Review, 28(2), 210–225.
Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Capstone Publishing.
Endriyanto, R., Prakoso, B., & Wijaya, A. (2025). Integrated geopark development model for sustainable tourism destinations. Journal of Regional Tourism Planning, 9(1), 33–48.
Fadisa, A., Nugroho, S., & Lestari, D. (2022). Sustainable tourism planning and environmental protection strategies. Journal of Environmental Management, 305, 114–123.
Farsani, N. T. (2014). Geoparks and geo-tourism development: A strategic approach. International Journal of Geoheritage, 2(1), 15–29.
Fredman, P., & Tyrväinen, L. (2019). Frontiers in nature-based tourism. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 19(4–5), 289–302.
Gunn, C. A. (1994). Tourism planning: Basics, concepts, cases. Washington DC: Taylor & Francis.
Gunn, C. A., & Var, T. (2002). Tourism planning: Basics, concepts, cases (4th ed.). New York: Routledge.
Henri, A., Saputra, D., & Yani, R. (2023). Challenges in managing geotourism destinations: Case study of Silokek. Indonesian Journal of Tourism Studies, 18(1), 55–68
Hidayat, R. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan geowisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 5(2), 101–115.
Homans, G. C. (1961). Social behavior: Its elementary forms. Harcourt, Brace & World.
Indrizal, I., Rahman, A., & Putri, S. (2024). Integrasi geowisata dan keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata daerah. Jurnal Pariwisata Nusantara, 6(2), 101–115.
Ismail, T., & Rohman, F. (2019). Komponen 4A dalam pengembangan destinasi wisata. Jurnal Manajemen Pariwisata, 7(1), 45–53.
Jafari, J., & Xiao, H. (2023). Encyclopedia of tourism. Cham: Springer.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2018). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tentang Penetapan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengembangan daya tarik wisata. Jakarta: Kemenparekraf.
Koens, K., Postma, A., & Papp, B. (2022). Is overtourism overused? Understanding the impact of tourism in cities. Sustainability, 14(1), 1–15.
Maulin, R., & Maidi, E. (2025). Constraints in infrastructure development of geopark tourism areas. Journal of Indonesian Regional Development, 10(2), 77–90.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurainas, N., Arbain, D., Syamsuardi, S., & Fatimah, S. (2024). Kekayaan jenis tumbuhan berbunga pada area Geopark Silokek, Sijunjung, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 12(1), 47–57.
Nurhania, N., & Anugrah, G. (2025). Dampak Aktivitas Pertambangan terhadap Kualitas Air: Kajian Literatur Mengenai Air Asam Tambang, Sedimen, dan Kontaminasi Logam Berat. Jurnal Ilmiah Ecosystem.
Nurhidayati, S., Lestari, P., & Ramadhan, F. (2025). Experiential tourism and tourist motivation in nature destinations. Journal of Tourism Research, 14(1), 66–80.
Pertiwi, V., & Chairul, C. (2024). Analisis vegetasi tumbuhan tingkat pohon di kawasan Geopark Silokek Kabupaten Sijunjung. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 179–188.
Pratama, R., Yuliani, S., & Hapsari, D. (2020). Community participation in sustainable tourism development. Jurnal Pembangunan Pariwisata, 5(2), 120–132.
Rizal, M., Syafri, A., & Kurniawan, H. (2025). Geopark Silokek as a sustainable geotourism destination. Journal of Geotourism Studies, 8(1), 25–39.
Rusli, H., Akbar, T., & Lazuardi, M. (2024). Tourism carrying capacity and environmental pressure in natural destinations. Journal of Outdoor Recreation, 15(2), 144–156.
Suansri, P. 2003. Community Based Tourism Handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tours (REST).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metodologi penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukma, P. M. (2021). Keanekaragaman biodiversity di Geopark Silokek. Biodiversity Warriors KEHATI.
Suwantoro, G. (2019). Dasar-dasar pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Swarbrooke, J. 1999. Sustainable Tourism Management. Wallingford: CABI Publishing.
UNESCO. (2022). UNESCO Global Geoparks. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
UNESCO. (2023). UNESCO global geoparks guidelines. Paris: UNESCO. UNESCO. (2024). UNESCO Global Geoparks. Paris: UNESCO
United Nations Environment Programme. (2012). Global environment outlook. Nairobi: UNEP.
United Nations World Tourism Organization. (2018). Tourism for Sustainable Development Goals – Journey to 2030. UNWTO. https://doi.org/10.18111/9789284419401
United Nations World Tourism Organization. (2023). Sustainable tourism development report. Madrid: UNWTO.
Utami, S. (2017). Pengelolaan wisata alam berbasis kelestarian lingkungan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 3(1), 1–10. Nurainas, N., Arbain, D., Syamsuardi, S., & Fatimah, S. (2024). Kekayaan jenis tumbuhan berbunga pada area Geopark Silokek, Sijunjung, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 12(1), 47–57.
Wearing, S., & Neil, J. (2009). Ecotourism: Impacts, potentials and possibilities (2nd ed.). Butterworth-Heinemann.
Wearing, S., & Neil, J. 2009. Ecotourism: Impacts, Potentials and Possibilities. Second Edition. London: Routledge.
Wirdayanti, W., Nugroho, S., & Lestari, R. (2024). Natural attraction and tourist preferences in ecotourism destinations. Journal of Ecotourism Studies, 13(2), 150–165.
Yanuar, Y., Anna, Z., Rosana, M. F., Suryana, A. A. H., & Pirmansyah, G. (2018). Keberlanjutan pengembangan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu dalam perspektif infrastruktur. Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, 2(2), 104–118.













