Pengaruh Penerapan Biological Nurturing Baby Led Feeding Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rsud Dr. Rasidin Padang
Main Article Content
Tiara Salsabila Shakira
Rischa Hamdanesti
Ledia Restipa
Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan masalah yang sering terjadi dengan angka kejadian global sebesar 58%–75% menurut International Association for the Study of Pain (IASP) tahun 2023. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (2018) melaporkan bahwa 17,6% dari total persalinan mengalami nyeri pasca sectio caesarea, dengan distribusi 66% nyeri sedang, 7,7% nyeri berat, dan 25,7% nyeri ringan. Di RSUD Dr. Rasidin Padang, jumlah ibu post operasi sectio caesarea pada tahun 2024 sebanyak 286 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan biological nurturing baby led feeding terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan pre-post test one group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2025, dengan pengumpulan data pada tanggal 8–19 Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien post operasi sectio caesarea di ruang kebidanan, dengan sampel sebanyak 16 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi adalah 6,50 dan menurun menjadi 3,56 setelah penerapan biological nurturing baby led feeding. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan biological nurturing baby led feeding efektif dalam menurunkan nyeri pada ibu post partum sectio caesarea, sehingga disarankan tenaga kesehatan dapat menerapkannya sebagai intervensi langsung dalam pelayanan kebidanan.
Aidha, R. (2019). Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada ibu post sectio caesarea. Jakarta: Penerbit Sehat.
Anggraheni, N. (2021). Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Aritonang, S., & Simanjuntak, R. (2021). Asuhan kebidanan pada masa nifas dan komplikasinya. Jakarta: Mitra Cendekia Press.
Aryanti, D. (2024). Komplikasi pada persalinan dan indikasi sectio caesarea. Yogyakarta: Penerbit Cendekia.
Astuti, D. (2015). Fisiologi masa nifas dan laktasi. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Astutik, D. (2015). Asuhan kebidanan masa nifas pada ibu post sectio caesarea. Yogyakarta: Nuha Medika.
Bahrudin, A. (2018). Manajemen nyeri pada ibu post sectio caesarea. Jakarta: Penerbit Medika.
Bennett, J. (2020). Postpartum depression: Diagnosis and treatment. London: Routledge.
Berek, J. S. (2018). Berek & Novak’s gynecology (15 ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Brown, L. (2016). Hormonal changes and lactation: Postpartum physiology. Philadelphia: Elsevier.
Cahyanti, R., Kusumaningtyas, D, & Widuri, H. (2022). Literature Review: Efektivitas Prenatal Yoga dan Senam Hamil Terhadap Proses Persalinan. Jurnal Keperawatan Akademi Keperawatan YKY Yogyakarta, 92–99. doi: https://doi.org/10.61758/nursing.v14i2.98
Diyah, A. (2024). Perubahan fisiologis dan penanganan rasa panas pada ibu pasca persalinan. Jakarta: Penerbit Sehat.
Dutta, D. C. (2015). Textbook of obstetrics (8 ed.). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
Faatihah, A. M., Haryani, S, & Dewi, S. (2020). Pengelolaan Nyeri Akut pada Ny. W dengan Post Sectio Caesarea Indikasi Ketuban Pecah Dini H-0 di Ruang Flamboyan RSUD Ungaran. Repository Universitas Ngudi Waluyo.
Fitzgerald, D. (2017). Postpartum care: Physiological changes and recovery. Chicago: McGraw-Hill Education.
Gsebesebe, A. (2015). Perubahan fisiologis masa nifas pada sistem muskuloskeletal.
Hamilton, E. (2017). Maternity and women's health care (11 ed.). St. Louis: Elsevier.
Handayani, L. (2016). Asuhan kebidanan masa nifas. Jakarta: Trans Info Media.
Handayani, L. (2016). Asuhan kebidanan masa nifas. Jakarta: Trans Info Media.
Haryani, D. (2021). Asuhan kebidanan pada ibu dengan sectio caesarea. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Haryati, S. (2019). Asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Yogyakarta: Deepublish.
Islamiridha, B. (2022). Aplikasi biological nurturing baby led feeding untuk meningkatkan kenyamanan menyusui pada ibu post sectio caesaria: Studi kasus. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
JNPKR-KR (2017). Panduan edukasi posisi dan teknik menyusui bagi ibu pasca persalinan. Jakarta: JNPK-KR.
Karso. (2017). Konsep dan manajemen nyeri dalam keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kemenkes RI (2019). Pedoman skrining dan diagnosis tuberkulosis pada ibu hamil dan pasca persalinan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Klieger, C. (2017). Maternal and newborn nursing: Care of the childbearing and childrearing family (5 ed.). Boston: Pearson.
Lestari, S. (2020). Persalinan dengan sectio caesarea: Prosedur, indikasi, dan komplikasi. Jakarta: Penerbit Sehat.
Liu, Z. (2016). Breastfeeding and maternal health. New York: Springer.
Lusa, A. (2015). Perubahan fisiologis masa nifas pada sistem muskuloskeletal. Afkar.
Manggasa, D. D. (2021). Kombinasi Swedish Massage dan Aromaterapi Lemon untuk Menurunkan Nyeri Post Sectio Caesarea. Jurnal Bidan Cerdas, 99–104.
Martin, C. (2023). Fisiologi dan mekanisme persalinan. Jakarta: Penerbit Kesehatan Medika.
Merliandini, S. (2015). Manajemen kebidanan pada ibu pasca persalinan dengan komplikasi. Yogyakarta: Nuha Medika.
Merliandini, Y. (2015). Komplikasi persalinan dan penatalaksanaannya. Yogyakarta: Nuha Medika.
Metasari, R. (2018). Manfaat mobilisasi dini terhadap pemulihan ibu post sectio caesarea. Jakarta: Mitra Cendekia Media.
Milinco, M., Travan, L, Cattaneo, A, Knowles, A, Sola, M. V, Causin, E, . . . Ronfani, L. (2020). Effectiveness of biological nurturing on early breastfeeding problems: a randomized controlled trial. International Breastfeeding Journal, 21.
Nurfadlilah, I., Prijatni, I, & Jamhariyah, J. (2024). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesaria 24 Jam Pertama. Jember Maternal and Child Health Journal, 7–13. doi: https://doi.org/10.31290/jmch.v1i1.4426
Penny, G. (2018). Cesarean delivery: Long-term outcomes and future pregnancy considerations. London: Springer.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2015). Fundamental of nursing: Concepts, process, and practice (8 ed.). St. Louis: Mosby Elsevier.
PPNI (2016). Standar praktik keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
Purwastuti, I. (2015). Panduan lengkap persalinan caesar: Indikasi, prosedur, dan perawatan pasca operasi. Yogyakarta: Pustaka Medis.
Purwastuti, I., & Walyani, E. (2015). Asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Putri, R. (2019). Perubahan fisiologis pada ibu post partum dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Raymond, F. (2015). Pengaruh posisi menyusui dalam mengurangi nyeri pada ibu post partum. Jakarta: Penerbit Medika.
Riley, T. (2019). Maternal mental health: A comprehensive guide to postpartum care. New York: Springer.
Rini, L. (2018). Biological nurturing baby led feeding: Pendekatan biologis dalam inisiasi menyusui dini. Jakarta: Penerbit Sehat.
Riza Savita, N. (2022). Konseling psikologis pada ibu pasca persalinan: Mengatasi perubahan mood dan kecemasan. Jakarta: Pustaka Sehat.
Rizki, Y. S., Indriastuti, N. A, & Wulandari, C. W. R. (2020). fektivitas biological nurturing baby led feeding terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu postpartum sectio caesarea: Case report. An-Najat: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1197.
Rohmaniah, E. (2023). Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea. Jurnal Kesehatan Perintis, 1–6.
Sailendra, P. (2015). Pengertian dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam praktik kesehatan. Jakarta: Penerbit Kesehatan Sejahtera.
Sari, N. (2021). Psikologi Ibu Nifas dalam Adaptasi Peran. Yogyakarta: Deepublish.
Schaffir, J. (2019). Physiologic changes of the postpartum period (8 ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Setiyaningrum, R. (2018). Asuhan kebidanan pada persalinan sectio caesarea. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sugiono, S. (2022). Metodologi penelitian eksperimen. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Susilawati, S., Kartaatmadja, F. S. U, & Suherman, R. (2023). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Partum Sectio Caesarea di Ruang Rawat Nifas RSUD Sekarwangi Sukabumi. Media Informasi, 13–19. doi:https://doi.org/10.37160/bmi.v19i1.53
Sutejo, J., & Tane, R. (2022). Pengaruh posisi menyusui secara biologic nurturing baby led feeding terhadap penurunan rasa nyeri post sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Sembiring Delitua tahun 2020. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 27–35.
Sutiyono, H. (2022). Pengukuran skala nyeri dalam praktik keperawatan. Jakarta: Penerbit Sehat.
Suwondo, A. (2017). Konsep dasar keperawatan: Teori dan aplikasi dalam praktik klinik. Yogyakarta: Nuha Medika.
Syarifah, N. (2019). Manajemen nyeri post sectio caesarea: Edukasi, mobilisasi dini, dan teknik relaksasi. Jakarta: Penerbit Sehat.
Tahapary, W., Nursanti, I, & Widagdo, G. (2022). Efek Pemberian Paket Kasih terhadap Keberlanjutan Bounding Attachment pada Ibu Post Sectio Caesarea. Journal of Telenursing (JOTING), 1–8. doi: https://doi.org/10.31539/joting.v4i1.2052
Watiyah, S. (2015). Terapi nyeri non farmakologis pada ibu post sectio caesarea: Pendekatan posisi menyusui dan distraksi. Yogyakarta: Penerbit Andi
WHO. (2023).
Wikrojosastro, H. (2017). Obstetri dan ginekologi untuk praktik klinik. Jakarta: Penerbit EGC.
Yuliana, Y., & Hakim, A. (2020). Asuhan kebidanan masa nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Zakiyah, N. (2015). Fisiologi nyeri dan respons tubuh terhadap nyeri. Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika.













