Analisis Dampak Sosial Ekonomi Alih Fungsi Lahan Perkebunan Teh Terhadap Keberlanjutan Usaha Pariwisata Di Bah Butong
Main Article Content
Lilis Menny Tambunan
Rahmad Ramadan
Alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh menjadi perkebunan kelapa sawit di Kebun Teh Bah Butong berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberlanjutan usaha pariwisata yang bergantung pada keberadaan hamparan perkebunan teh sebagai daya tarik utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh terhadap keberlanjutan usaha pariwisata di Kebun Teh Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas pariwisata telah mendorong diversifikasi mata pencaharian, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai usaha pendukung wisata. Di sisi lain, alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh dipersepsikan berpotensi mengurangi daya tarik wisata, memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, dan berdampak terhadap pendapatan pelaku usaha pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan usaha pariwisata di Bah Butong memerlukan pengelolaan kawasan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi perkebunan dengan pelestarian hamparan perkebunan teh sebagai identitas utama destinasi melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ajizah, A. N. 2025. “Pengaruh Keberadaan Ekowisata Pemandian Alam Bah Damanik di Kabupaten Simalungun Terhadap Pendapatan dan Kehidupan Sosial Ekonomi”. Skripsi Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Alam, S., Wijaya, H., & Suryadi, D. (2022). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu sosial dan humaniora. Pustaka Akademika.
Aulia, D. (2021). Analisis perbandingan kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah pembukaan objek wisata Kebun Teh Bah Butong. Jurnal Agrowisata Nusantara, 9(2), 112-124.
Damanik, R. F., Purba, J., & Sinaga, E. (2024). Strategi pengelolaan potensi desa wisata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kecamatan Pamatang Sidamanik. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 20(2), 180-195.
Kurnianingtyas, A., & Pratama, R. (2024). Ketahanan bisnis pelaku usaha lokal di kawasan wisata agraris yang mengalami degradasi lingkungan. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 11(3), 301-315.
Murni, T., Saputra, A., & Handayani, S. (2025). Keseimbangan fungsi produksi dan pariwisata pada lahan perkebunan: Sebuah pendekatan keberlanjutan. Jurnal Tata Kelola Agraria, 7(1), 89-102.
Nurhasna, F., & Azhar, M. (2025). Efektivitas estetika visual lanskap hijau kebun teh Sidamanik dalam menarik minat kunjungan melalui media sosial. Jurnal Komunikasi dan Media Kepariwisataan, 6(1), 15-28.
Putri, L. A., Siregar, M. H., & Utomo, B. (2024). Dinamika alih fungsi lahan agraris menjadi kawasan monokultur perkebunan sawit dan pengaruhnya terhadap tata guna ruang. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Spasial, 15(2), 210-225.
Raditya, I. (2025). Strategi penanganan penurunan kunjungan wisatawan pada destinasi agrowisata berbasis komunitas. Jurnal Pariwisata Kontemporer, 13(2), 75-88.
Sinaga, M. (2020). Rekomendasi kebijakan kolaboratif tata ruang kawasan agrowisata berbasis kemitraan korporasi dan masyarakat. Jurnal Kebijakan Publik Daerah, 8(4), 312-326.
Utami, P., & Setiawan, B. (2023). Pemetaan dampak sosial ekonomi perubahan guna lahan pada komunitas perdesaan di Sumatera Utara. Jurnal Sosiologi Perdesaan, 11(3), 245-259.
Wulandari, S. (2024). Analisis kerentanan ekonomi pelaku usaha mikro di sekitar kawasan industri komoditas perkebunan. Jurnal Ekonomi Kerakyatan, 19(1), 60-74.













