Gothic Style Menggunakan Teknik Distressed Dengan Inspirasi Jaring Laba-Laba
Main Article Content
Nabilla Aulia Putri
Dini Yanuarmi
Mega Kencana
Fadri Rahmat
Penciptaan karya ini bertujuan menerapkan teknik distressed dalam perancangan busana gothic style yang terinspirasi dari visual jaring laba-laba family theridiidae. Inspirasi dipilih karena karakteristik jaring yang tidak beraturan, bertumpuk, dan saling bersilangan sehingga memiliki kesesuaian dengan estetika gothic yang menonjolkan kesan gelap, dramatis, dan misterius. Metode yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap jaring laba-laba, studi pustaka, serta eksperimen bahan dan teknik untuk memperoleh karakter visual yang sesuai. Hasil eksperimen bahan dan teknik untuk memperoleh karakter visual yang sesuai. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa bahan kaos katun combed 30s yang dipadukan dengan teknik distressed menghasilkan tekstur yang paling representatif dalam memvisualisasikan bentuk jaring laba-laba. Konsep tersebut kemudian diwujudkan ke dalam tiga kategori busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, dengan dukungan teknik distressed, teknik sashiko, teknik ruffles, dan lekapan mote sebagai elemen dekoratif. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penerapan teknik distressed mampu mentrasformasikan karakter visual jaring laba-laba menjadi identitas desain yang memperkuat estetika gothic style, sekaligus menghasilkan karya busana yang memiliki nilai estetis, konseptual, dan fungsional.
Burns, A. (2022). Rethinking Fabric: The Application Of Fabric Manipulation Techniques In Fashion Design Education. Intenasional Journal Of Art & Design Education, 41(1), 66-80. https://doi.org/10.1111/jade. 12375
Evans, T. (2003). The Art Of Manipulating Fabric. Krause Publications.
Fahnny, D. A. N., & Suciati. (2020). Teknik Distressed Manipulation Pada Art Fashion. Da Moda: Jurnal Seni Dan Desain, 2(1), 7-13. https://doi.org/10.35886/damoda.v2i1.108
Fernandi, R. A. R., & Ruhidawati, C. (2021). Penerapan Ruffles Sebagai Fabric Manipulation Pada Busana Pesta. Teknobuga: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 9(1), 52-59. https://doi.org/1015294/teknobuga.v9i1.24741
Gertsch, W. J. (1979). American Spiders (2nd ed.). Van Nostrand Reinhold.
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id
Steele, V. (2008). Gothic: Dark Glamour. Yale University Press.
Susiana, (2022). Pengaplikasian Teknik Smocking Pada Busana Demi-Couture. Moda: The Fashion Journal, 4(1), 39-51.
Tomita, J. (2019). Fashion Design Process and Practice. Bloomsbury Publishing.
Wahab, N. F. A. (2022). Using Fabric Mnipulation As An Important Aspect Of Zero Waste Fashion Implementing Fashion Susrainability. International Journal Of Design and Fashion Studies, 5(2), 1-37.
Wolff, J. O., & Gorb, S. N. (2013). Spider Webs and Their Biological Functions. In Sipder Ecophysiology (pp. 1999-210). Springer.
Zahro, S., Towoliu, S. N. F., & Mustikasari, H. (20250. Fabric Manipulation Terinspirasi Film Dream Sebagai Konsep Desain Fashion. BAJU: Journal Of Fashion and Textile Design Unesa, 6(1), 136-147. https://doi.org/10.26740/baju.v6n1.p136-147













