Perancangan Kampanye Sosial Mengenai Burnout Pada Mahasiswa
Main Article Content
Mesy Meriyandani
Ary Leo Bermana
Well Victory
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang sering dialami oleh mahasiswa akibat tekanan akademik, tuntutan organisasi, serta berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai burnout menyebabkan banyak mahasiswa menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang biasa sehingga sering mengabaikan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan media informasi yang mampu menyampaikan pesan secara menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan mahasiswa.Perancangan ini bertujuan untuk merancang media informasi mengenai burnout pada mahasiswa melalui motion graphic sebagai media utama dengan mengangkat kampanye sosial “Rehat Dulu”. Metode yang digunakan dalam perancangan ini meliputi studi literatur, observasi, dokumentasi, serta analisis data menggunakan metode C.A.B untuk menentukan strategi komunikasi visual yang sesuai dengan target audiens.Hasil perancangan berupa motion graphic yang menjelaskan pengertian burnout, penyebab, dampak, serta pentingnya memberikan waktu istirahat bagi diri sendiri. Motion graphic tersebut didukung oleh berbagai media pendukung berupa poster, banner, konten media sosial Instagram, stiker, gantungan kunci, tumbler, totebag, dan t-shirt. Perancangan visual menggunakan ilustrasi karakter mahasiswa, warna krem, navy, dan abu-abu, serta tipografi Poppins dan Nunito untuk menciptakan kesan yang nyaman, komunikatif, dan mudah dipahami oleh audiens.Melalui perancangan media informasi ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami burnout, mengenali gejalanya sejak dini, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan antara aktivitas akademik dengan waktu istirahat.
Ahn, J. (2021). Mengapa aku mengalami burnout? (Terjemahan). Reneluv.
Ambrose, G., & Harris, P. (2011). The Fundamentals of Graphic Design (2nd ed.).
Anggraini, S., & Kirana, N. (2014). Desain komunikasi visual: Dasar-dasar panduan untuk pemula. Nuansa.
Atmoko, B. D. (2012). Instagram Handbook. Media Kita.
Eiseman, L. (2017). The Complete Color Harmony, Pantone Edition. Rockport Publishers.
Evans, D. (2018). Social Media Marketing. Cengage Learning.
Freudenberger, H. J. (1974). Staff burnout. Journal of Social Issues, 30(1), 159-165.
Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52, 397–422.
McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). Sage Publications.
Nurudin. (2017). Pengantar komunikasi massa. Rajawali Pers.
Pratama, R. A. (2018). Motion graphic sebagai media komunikasi visual. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 7(1).
Putri, R. M., & Handayani, L. (2019). Stres Akademik Dan Burnout Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Insight, 3(1), 45–55.
Ramadhan, M. R., Rizal, G. L., & Fikry, Z. (2022). Tingkat burnout akademik pada mahasiswa jurusan psikologi Universitas Negeri Padang. Attadib: Journal of Elementary Education, 6(2), 255–264.
Rustan, S. (2009). Layout: Dasar dan penerapannya. Gramedia.
Rustan, S. (2017). Mendesain Logo. PT Gramedia Pustaka Utama.
Rustan, S. (2020). Layout Dasar dan Penerapannya. PT Gramedia Pustaka Utama.
Schaufeli, W. B., Maslach, C., & Leiter, M. P. (2009). Burnout: 35 years of research and practice. Career Development International, 14(3), 204–220.
World Health Organization. (2022). COVID-19 pandemic triggers 25% increase in prevalence of anxiety and depression worldwide
Wheeler, A. (2018). Designing Brand Identity : An Essential Guide for the Whole
Zeegen, L. (2013). The Fundamentals of Illustration (2nd ed.). London : Bloomsbury Publishing.
Zulli, D., & Zulli, D. J. (2022). Extending the Internet Meme : Conceptualizing Technological Mimesis and Imitation Publics on the TikTok Platform. New Media & Society, 24(8), 1872–1890.













