Tari Jeda: Bentuk Simbolis Ruang Henti Tubuh Dalam Garap Tari Kontemporer
Main Article Content
Farid Ramadhan
Rasmida
Emri
Wardi Metro
Fenomena kehidupan modern menghadirkan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi sehingga individu sering mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh mengalami kelelahan fisik maupun mental serta kehilangan ruang refleksi terhadap dirinya sendiri. Artikel ini membahas proses penciptaan karya tari kontemporer JEDA sebagai representasi simbolis ruang henti tubuh di tengah budaya produktivitas. Penciptaan karya menggunakan metode praktik berbasis penelitian (practice-based research) melalui tahapan observasi, eksplorasi, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Landasan konseptual memanfaatkan teori tubuh, teori tari kontemporer, komposisi gerak Rudolf Laban, serta semiotika Umberto Eco. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa konsep jeda diwujudkan melalui gerak repetitif, tempo lambat, penahanan gerak, momen diam, serta penggunaan ruang yang berubah secara bertahap. Unsur-unsur tersebut menghadirkan pengalaman estetik yang menafsirkan jeda bukan sebagai bentuk kemunduran, melainkan sebagai penghargaan terhadap tubuh dan ruang pemulihan diri. Karya JEDA menawarkan refleksi kritis mengenai relasi tubuh, waktu, dan produktivitas dalam kehidupan kontemporer.
Chandler, Daniel. 2017. Semiotics: The Basics. 3rd Edition. London: Routledge.
Eco, Umberto. 1976. A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.
Foucault, Michel. 1977. Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Pantheon Books.
Hadi, Y. S. 2003. Koreografi: Bentuk, Teknik, dan Isi. Yogyakarta: Cipta Media.
Hadi, Y. S. (2005). Sosiologi tari: sebuah pengenalan awal. Pustaka.
Hadi, Y. S. 2007. Kajian Tari: Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Hawkins, Alma M. 1991. Creating Through Dance. Princeton: Princeton Book Company.
Han, Byung-Chul. 2015. The Burnout Society. Stanford: Stanford University Press.
Hidayat, Robby. 2008. Seni Tari: Pengantar Teori dan Praktik. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Laban, Rudolf. 1971. The Mastery of Movement. 4th Edition. London: Macdonald & Evans.
Merleau-Ponty, Maurice. 1962. Phenomenology of Perception. London: Routledge & Kegan Paul.
Murgiyanto, Sal. 1993. Ketika Cahaya Merah Memudar: Sebuah Kritik Tari. Jakarta: Deviri Ganan.
Skinner, B. F. 1953. Science and Human Behavior. New York: The Free Press.
Sudarsono. 1997. Tari-Tarian Indonesia I. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.













