Musik Gong Kecitang Sebagai Pengiring Tari Kejei Curup, Rejang Lebong: Kajian Musikologis Terhadap Fungsi Dan Peran Musikal
Main Article Content
Anindita Oriana
Wilma Sriwulan
Irwan
Yon Hendri
Vindo Alhamda Putra
Abstrak Musik Gong Kecitang merupakan ansambel tradisional yang menjadi bagian integral pertunjukan Tari Kejei masyarakat Rejang di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Keberadaannya berfungsi sebagai pengiring tari dan memiliki struktur musikal, fungsi, serta peran yang membentuk kesatuan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur musikal, fungsi, dan peran Gong Kecitang dalam pengiring Tari Kejei. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dalam perspektif musikologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi audio-visual, dan studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap unsur struktur penyajian, ritme, tempo, dinamika, fungsi instrumen, dan hubungan musik dengan gerak tari. Hasil penelitian menunjukkan struktur musikal Gong Kecitang terdiri atas empat bagian: Sambei Pangela, Ombak Laut, Burung Lanting, dan Siamang di Balik Bukit. Setiap bagian memiliki karakter musikal berbeda dan membentuk kesatuan pertunjukan. Ansambel terdiri atas kelintang, gong, redap, dan krilu. Kelintang sebagai pembawa ritme utama dan pengatur tempo, gong sebagai penanda struktur, redap sebagai penguat ritme, dan krilu sebagai pengiring vokal pembuka. Bagian Sambei Pangela dimainkan pada tempo lambat sekitar 60 bpm, sedangkan bagian inti menggunakan tempo sekitar 110 bpm secara stabil.Kajian fungsi menunjukkan Gong Kecitang memiliki fungsi ritual-sosial budaya, pengiring-komunikasi simbolik, serta hiburan-estetika. Perannya tampak dalam mengatur tempo dan pola gerak tari, menandai perpindahan bagian, membangun suasana ekspresif, serta menjembatani interaksi pemusik dan penari. Temuan juga menunjukkan musik ini mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan identitas budaya Rejang yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, Gong Kecitang tidak hanya sebagai pengiring Tari Kejei, tetapi juga representasi budaya yang memperkuat keberlangsungan tradisi masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong.
Apindis, S. H. Hanum., S. Hartati., (2018). Makna Simbolik Tari Kejei Suku Rejang. Jurnal Ilmu Bahasa & Ilmu Politik, Universitas Bengkulu.
Sani, A. F., (2022). Untaian Mahligai Seni Budaya. Bumei Pat Petulai, Kabupaten Rejang Lebong.
Merriam, A. P., (1964). The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press.
Nettl. B., (1983). The Study of Ethnomusicology: Twenty-Nine Issues and Concepts. Urbana: University of Illinois Press.
Geertz, Clifford, (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Hudaidah, I. P., & A. Sair (2019). Perubahan Budaya Tari Kejei Pada Masyarakat Suku Rejang. Jurnal Pendidikan Sejarah, Universitas Sriwijaya.
Reni, O. H., (2024). Makna Ritual Tari Kejei Dalam Budaya Ditinjau Dari Analisis Semiotik. Skripsi Komunikasi & Penyiaran Islam IAIN Curup.
Pratiwi, (2024). Representasi Nilai-nilai Budaya Dalam Pengiring Tari Kejei Di Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Jurnal Ilmu Komunikasi, Universitas Bengkulu.
Supanggah, R, (2002). Bothekan Karawitan I. Surakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Destrianti, S., S. Rahmadani., T. Ariyanto (2019). Etnomatika Dalam Seni Tari Kejei Sebagai Kebudayaan Rejang Lebong. Jurnal Tarbiah & Tabris, IAIN Curup.
Soedarsono, R. M, (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumaryono, (2011). Antropologi Tari dalam Perspektif Indonesia. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.













