Diri Sendiri Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Main Article Content
Monika Suci Wulandar
Miswar
Manusia membentuk identitasnya melalui pengalam hidup, termasuk respons emosional seperti rasa takut, cemas, hingga trauma yang dapat muncul akibat kondisi fisik dan lingkungan. Penciptaan ini mengulas perjalanan pengalaman pengkarya, yang mengalami gangguan kesehatan berupa pusing, asam lambung, hingga sering pingsan. Kondisi tersebut menimbulkan kecemasan berlebih, trauma, gangguan kecemasan serta keterbatasan aktivitas sehingga menghentikan proses pendidikannya. Melalui upaya pemulihan dan dukungan keluarga.Tema diri sendiri diwujudkan dalam seni lukis dua dimensi dengan menggunakan gaya representasional. Media yang digunakan adalah adalah kanvas dengan teknik plakat serta penggunaan warna kontras untuk mendukung suasana yang ingin disampaikan. Proses penciptaan dilakukan melalui tahap persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya. Karya yang hadir dapat menjadi sarana ungkapan perasaan pengkarya sekaligus memberi gambaran kepada masyarakat bahwa pengalaman pribadi dapat dijadikan ide dalam penciptaan karya seni lukis.
A.A.M. Djelantik. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Alfathi Adlin, Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realita (Yogyakarta: Jalasutra,2006), 37.
Dharsono (Soni Kartika). 2017. Seni Rupa Modern Edisi Revisi, Rekayasa Sains. Bandung
Darsono, SK. (2007). Esterika. Bandung: Rekayasa Sains.
Gombrich, E.H. 2006. The Story of Art. London: Phaidon Press.
Haryatmoko. 2016. Membongkar Rezim Kepastian. Yogyakarta: Kanisius.
Helmi, A.F (1995), Konsep dan teknik pengenalan diri.Buletin psikologi. Diakses pada tanggal 16 September 2021, dari https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/13391
Kartika, Dharsono Sony. 2016. Kreasi Artistik: Perjumpaan Tradisi Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni.Surakarta: ISI Press.
Langer, Suzanne K. 1988. Problems of Art. New York: Scribner. .
Marianto, M. Dwi. 2011. Menempa Quanta Mengurai Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.
Sachari, Agus dan Yan Yan Sunarya. 2001. Wacana Transformasi Budaya. Bandung: ITB.
Soedarso SP. 2006. Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta
Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB.
Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika. Yogyakarta: Kanisius. Sunardi, S. T. (2004)
Walker, John A. 1997. Art in the Age of Mass Media. London: Pluto P













