Al-Barzanji Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Kaligrafi
Main Article Content
Syafri Rais
Rajudin
Kitab Al-Barzanji merupakan karya sastra Islam klasik yang mengandung nilai religius, spiritual, historis, dan estetis, serta memiliki kedudukan penting dalam praktik tradisi keagamaan masyarakat Muslim. Tugas akhir ini bertujuan mentransformasikan teks dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Barzanji ke dalam penciptaan karya seni lukis kaligrafi Islam melalui pendekatan visual kontemporer tanpa mengabaikan kaidah dasar seni kaligrafi. Proses penciptaan difokuskan pada eksplorasi lima bait terpilih dari Al-Barzanji yang merepresentasikan pujian kepada Allah SWT dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, dengan khat Tsuluts sebagai elemen visual utama. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, yang didukung oleh studi pustaka, tinjauan karya sejenis, serta pengolahan unsur dan prinsip seni rupa. Pengolahan garis, warna, tekstur, komposisi, dan simbol-simbol alam dihadirkan untuk membangun karakter visual yang estetis dan bermuatan spiritual. Melalui penciptaan ini, diharapkan terwujud karya seni lukis kaligrafi Islam yang tidak hanya memiliki kekhasan visual, tetapi juga berfungsi sebagai media dakwah visual serta upaya pelestarian dan aktualisasi nilai sastra klasik Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Abdul Hadi, W. M. (2016). Sastra religius Islam: Estetika, simbol, dan makna.
Jakarta: Pustaka Firdaus.
Ahmad. (2021). Seni kaligrafi Islam: Sejarah dan perkembangan. Yogyakarta:
Pustaka Seni.
Al-Barzanji, J. bin H. (2015). Maulid Al-Barzanji. Beirut: Dar al-Fikr.
Azra, A. (2017). Islam Nusantara: Jaringan global dan lokal. Jakarta: Mizan.
Bahari, N. (2014). Kritik seni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bell, C. (1914). Art. London: Chatto & Windus.
Bruinessen, M. van. (2018). Kitab kuning, pesantren, dan tarekat. Yogyakarta:
Gading Publishing.
Djelantik, A. A. M. (2002). Estetika: Sebuah pengantar. Bandung: Masyarakat
Seni Pertunjukan Indonesia.
Fadilah. (2020). Kaligrafi sebagai seni visual. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi. (2021). Khat Tsuluts dalam tradisi kaligrafi Islam. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Gustami, S. P. (2007). Butir-butir mutiara estetika Timur. Yogyakarta: Prasista.
Haryanto. (2024). Kaligrafi kontemporer dan ekspresi visual spiritual. Jakarta:
Balai Seni Rupa.
Hasan. (2020). Ulama Madinah dan tradisi sastra Islam. Kairo: Dar al-Ilm.
Herlina. (2021). Struktur seni rupa. Bandung: Yrama Widya.
Hidayat. (2022). Prinsip estetika seni rupa Islam. Jakarta: Kencana.
Kartika, D. S. (2004). Seni rupa modern. Bandung: Rekayasa Sains.
Kartika, D. S. (2007). Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Kartika, D. S. (2017). Kritik seni. Bandung: Rekayasa Sains.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2022). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi V).
Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kuntowijoyo. (2017). Budaya dan masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Nurhadi. (2023). Kaligrafi lintas budaya. Malang: Universitas Negeri Malang
Press.
Ocvirk, O., Stinson, R., Wigg, P., Bone, R., & Cayton, D. (2013). Art
fundamentals: Theory and practice. New York: McGraw-Hill.
Prasetya. (2023). Pengalaman emosional dalam seni lukis. Surabaya: Unesa Press.
Rahman. (2022). Kaligrafi dunia: Sejarah dan estetika. Jakarta: Gramedia.
Rahmani. (2021). Monumentalitas khat Tsuluts. Bandung: Pustaka Visual.
Rahayu. (2021). Pengantar seni lukis. Yogyakarta: Andi.
Sachari, A. (2002). Estetika: Makna, simbol, dan daya. Bandung: ITB Press.
Sachari, A. (2016). Budaya visual Indonesia. Bandung: Erlangga.
Santoso. (2022). Seni lukis sebagai media komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sari. (2022). Estetika kaligrafi Arab klasik. Yogyakarta: Deepublish.
Soetedja, dkk. (2016). Pendidikan seni rupa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sumardjo, J. (2000). Filsafat seni. Bandung: ITB Press.
Sunarto. (2018). Seni dan masyarakat. Semarang: UNNES Press.
Susanto, M. (2011). Diksi rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab.
Susanto, M. (2018). Pengantar seni rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab.
Widodo. (2022). Unsur visual dan persepsi estetik. Solo: UNS Press.
Dharsono Sony Kartika. (2017). Kritik Seni. Bandung: Rekayasa Sains.













