Perancangan Media Informasi Tentang Bahaya Gula Berlebih Bagi Remaja
Main Article Content
Fitra Rizki Sabilla Panja
Yoni Sudiani
Konsumsi gula saat ini menjadi perhatian global karena berhubungan dengan berbagai penyakit kronis dan menurunnya kualitas hidup masyarakat. Masyarakat yang paling banyak mengkonsumsi gula itu adalah remaja. Efek yang timbul dari mengkonsumsi gula dengan jumlah yang melebihi batas konsumsi harian akan meningkatkan resiko penyakit seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Selain itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius, salah satunya penyakit ginjal kronis yang dapat berkembang menjadi gagal ginjal. Meskipun demikian, masih banyak remaja yang belum memahami bahaya dan risiko kesehatan akibat konsumsi gula berlebih. Oleh karena itu, diperlukan media informasi yang dapat memberikan informasi mengenai bahaya serta faktor risiko konsumsi gula berlebih kepada remaja, khususnya pada rentang usia 10–18 tahun. Perancangan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini untuk meningkatkan kesadaran remaja serta menekan peningkatan kasus diabetes dan gagal ginjal di masa mendatang. Buku ilustrasi dipilih sebagai media informasi karena mampu menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik remaja, sehingga pesan mengenai bahaya konsumsi gula berlebih dapat diterima secara lebih efektif.
Ainiyah, Nur. 2018. “Remaja Millenial Dan Media Sosial: Media Sosial Sebagai Media Informasi Pendidikan Bagi Remaja
Millenial.” Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 2(2):221–36. doi: 10.35316/jpii.v2i2.76.
Anggraeni, E, Yunaeti., & Irviani, Rita. 2017. Pengantar Sistem Informasi (hal. 1). Yogyakarta: Andi Offset
Ahdiyat, N, Azhar. 2025. Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual (hal. 3) Lamongan: Detak Pustaka
Chen, Xing, Luying Zhang, and Wen Chen. 2025. “Global , Regional , and National Burdens of Type 1 and Type 2 Diabetes
Mellitus in Adolescents from 1990 to 2021 , with Forecasts to 2030 : A Systematic Analysis of the Global Burden of
Disease
Study 2021.” BMC Medicine. doi: 10.1186/s12916-025-03890-w.
Daniel, Christopher, and - Triyanti. 2023. “Faktor Dominan Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Gula Pada Mahasiswa
Nonkesehatan.” Jurnal Gizi 12(2):93. doi: 10.26714/jg.12.2.2023.93-106.
De Boer, Ian H., Kamlesh Khunti, Tami Sadusky, Katherine R. Tuttle, Joshua J. Neumiller, Connie M. Rhee, Sylvia E. Rosas,
Peter Rossing, and George Bakris. 2022. “Diabetes Management in Chronic Kidney Disease: A Consensus Report by
the American Diabetes Association (ADA) and Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO).” Diabetes
Care 45(12):3075–90. doi: 10.2337/dci22-0027.
Guyton, A. C., & Hall, J. E. 2011. Textbook of Medical Physiology (hal 854). Philadelphia: Elsevier.
Holtzschue, Linda. 2017. Understanding Color: An Introduction for Designers. New York: Wiley
Mahatma, Gangga. 2024. “Nusantara Hasana Journal.” 4(6):15–20.
Nurdiansyah, Dian. 2024. Desain Grafis Gen Z (hal 51, 55). Banyumas: Wawasan Ilmu
Pagarra, Hamzah., Syawaluddin, Ahmad., Krismanto, Wawan., Sayidiman. 2022. Media Pembelajaran (hlm 5). Makassar: Badan
Penerbit UNM
Putra, W, Ricky. 2021. Pengantar Desain Komunikasi Visual dalam Penerapan (hlm. 64-65). Andi Offset
Ramadhani, Anggie Yuan, Ashif Adimas Saputro, Lisa Wahyuni, M. Agri Pahlevi, and M. Aprianto. 2019. “Karbohidrat 1.”
Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.
Rizki, Mhd, Aida Adriani, and Liza Merianti. 2025. “Pengetahuan Lansia Tentang Diet Diabetes Melitus Di Puskesmas Koto
Alam Kabupaten Agam.” 2(1):1–8.
Rustan, Surianto. 2020. Layout 2020 Buku 1 (hal 34). Jakarta: Nulisbuku Jendela Dunia.
Sinaga, Janes, Juita Lusiana Sinambela, Beni Chandra Purba, and Stepanus Pelawi. 2024. “Gula Dan Kesehatan: Kajian Terhadap Dampak Kesehatan Akibat Konsumsi Gula Berlebih.” Mutiara : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2(1):54–68. doi: 10.61404/jimi.v2i1.84.
Artikel :
children?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://www.antaranews.com/berita/3190709/sumatera-barat-catat-22-kasus-gagal-ginjal-akut-pada-anak













