Anomali Perilaku Generasi Z Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Main Article Content
Randy SyahPutra
Ahmad Solihin
Penulisan dan penciptaan karya seni lukis ini berangkat dari kegelisahan pengkarya terhadap fenomena anomali perilaku Generasi Z yang muncul sebagai dampak dari kemajuan teknologi, normalisasi kebiasaan pasca pandemi, dan kuatnya arus adopsi budaya luar. Dalam konteks sosial dan budaya lokal yang menjunjung nilai adat, moral, dan religius, perubahan pola perilaku tersebut sering kali tampak sebagai bentuk penyimpangan, pergeseran, dan keganjilan dalam cara berinteraksi, bersosialisasi, serta memaknai diri dan lingkungan. Fenomena ini tidak hanya dilihat sebagai persoalan sosial, tetapi juga sebagai pengalaman personal pengkarya yang hidup di dalam generasi dan situasi tersebut.
Sebagai respons atas kondisi itu, pengkarya menerjemahkan fenomena anomali perilaku Generasi Z ke dalam karya seni lukis dengan pendekatan gaya surealisme menggunakan teknik underpainting pada tahap lapisan awal, aquarel saat proses menentukan gelap terang, dan teknik plakat pada saat menaikkan warna, kemudian bentuk garapan semi realis menggunakan medium cat akrilik pada kanvas keseluruhan karya yang menggunakan simbol, metafora visual, serta transformasi bentuk figur. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan observasi, eksplorasi, perancangan, hingga perwujudan karya dengan medium utama cat akrilik di atas kanvas dan teknik plakat yang dipadukan dengan eksperimen visual. Adapun karya yang dihasilkan berjumlah lima, yang masing-masing berjudul: “Interaksi dalam porsi sunyi masa kini”, “Antara yang melihat, terlihat, dan tak terlihat”, “Insting kawanan”, “Terpenjara oleh nilai”, “Bias Identitas”. Karya-karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi ekspresi personal, tetapi juga ruang refleksi bagi penikmat untuk menyadari, merenungi, dan memahami kompleksitas perubahan perilaku Generasi Z dalam realitas sosial masa kini.
Abdillah, R. H. (2019). Ilmu Pendidikan: Konsep, Teori, dan Aplikasinya. Medan: LPPPI.
Admojo, I. W. P., Widodo, T., & Prasetyo, A. R. (2023). Kesenian Rengganis sebagai inspirasi penciptaan lukisan surealistik. Journal of Language, Literature and Arts, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.17977/um064v3i12023p1-14
Ayu Oktavia, A. R., Sakinah, D., & Prasetio, T. (2024). Etika Generasi Z dalam Lingkungan Kampus. Jakarta: KBM Indonesia.
Baznani, A. (2018). History of Surrealism. France: Edilivre.
Bencsik, A., Csikos, G., & Juhaz, T. (2016). Y and Z generations at workplaces. Journal of Competitiveness, 8(3), 90–106.
Caspi, A., & Roberts, B. W. (2001). Personality development across the life course: The argument for change and continuity. Psychological Inquiry, 12(2), 49–66. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1202_01
Caspi, A., Roberts, B. W., & Shiner, R. L. (2005). Personality development: Stability and change. Annual Review of Psychology, 56, 453–484. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.55.090902.141913
Chaplin, J. P. (1989). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Dencker, J. C., Joshi, A., & Martocchio, J. J. (2008). Towards a theoretical framework linking generational memories to workplace attitudes and behaviors. Human Resource Management Review, 18(3), 180–187. https://doi.org/10.1016/j.hrmr.2008.07.007
Dharsono Sony Kartika (Ed.). (2017). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.
Dharsono Sony Kartika. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.
Djelantik, A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Art.line.
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu Pendidikan. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia.
Mannheim, K. (1952). The problem of generations. In Essays on the Sociology of Knowledge (pp. 276–322). London: Routledge & Kegan Paul.
Mukaddas, A. B. (2021). Unsur-unsur seni rupa dalam pertunjukan wayang kulit purwa. BALOLIPA: Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 1(1), 1–9.
Najoan, S. J., & Mandey, J. (2011). Transformasi sebagai strategi desain. Media Matrasain, 8(2), 117–130.
Noble, S. M., & Schewe, C. D. (2003). Cohort segmentation: An exploration of its validity. Journal of Business Research, 56(12), 979–987. https://doi.org/10.1016/S0148-2963(02)00268-0
Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.
Sachari, A. (2002). Estetika, Makna, Simbol, dan Daya. Bandung: ITB.
Sebastian, Y., Amran, D., & Youth Lab. (2016). Generasi Langgas: Millennials Indonesia. Jakarta: Gagas Media.
Setiadi, E. M., & Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial. Jakarta: Kencana.
Soedarso, S. P. (1973). Pengertian Seni. Yogyakarta: STSRI “ASRI”.
Soedarso, S. P. (1990). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.
Strauss, W., & Howe, N. (1991). Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069. New York: William Morrow & Co.
Sucipto, W., & Avezahra, M. H. (2023). Pengaruh budaya terhadap remaja. Jurnal Flourishing, 3(5), 205–210. https://doi.org/10.17977/um070v3i52023p205-210
Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Bandung: ITB.
Susanto, M. (2011). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa (Edisi Revisi). Yogyakarta: DictiArt Lab & Jagad Art Space.
Yudhanto, Y. (2020). Generasi Boomer – X – Y – Z dan Gen-Alpha. Jakarta: Rumah Studio.













