Perancangan Media Promosi Wisata Alam Kelok Lengkok Kamang Mudiak Kabupaten Agam
Main Article Content
Indri wahyuni
Harissman
Wisata alam Kelok Lengkok merupakan salah satu objek wisata alam yang berlokasi di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Destinasi ini menawarkan pemandangan hamparan sawah yang luas, suasana yang tenang serta pengalaman menikmati keindahan alam dan kuliner khas Minangkabau dari ketinggian Bukit Lengkok sebagai daya tarik utama. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya jumlah pengunjung dalam dua tahun terakhir disebabkan karena adanya persaingan destinasi wisata baru dan kurangnya media promosi yang informatif dan komunikatif, sehingga tingkat kunjungan tidak lagi setinggi tahun-tahun sebelumya. Perancangan media promosi Wisata Alam Kelok lengkok ini dilakukan sebagai upaya untuk menghasilkan media promosi berbasis visual, baik digital dan cetak untuk memperkenalkan Wisata Alam Kelok Lengkok secara luas, menarik minat wisatawan serta meningkatkan jumlah kunjungan. Selain itu, perancangan ini juga bertujuan memperkuat identitas visual Kelok Lengkok ditengah persaingan wisata yang semakin berkembang dan kompetitif. Metode yang digunakan dalam proses perancangan ini meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan pengelola dan pengunjung, studi pustaka serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis target audiens, AIDCA, dan SWOT untuk menentukan strategi promosi yang efektif dan tepat sasaran. Hasil dari perancangan ini berupa media promosi yang dikembangkan dalam bentuk video promosi, konten media sosial dan redesain logo sebagai identitas visual destinasi wisata.
Arsyad, A. (2016). Media pembelajaran. Rajawali Pers.
Fransisca, Y. (2020). Tinjauan umum kawasan wisata alam. Jurnal Pariwisata, 10, 18–56. https://www.kemenpar.go.id/userfiles/file/4636_1364UUTentangKepariwisataannet1.pdf
Hendy, Y. (2009). Belajar membuat iklan sukses: Dengan contoh sketsa ide dan iklan. Graha Ilmu.
Jannah, M. (2022). Desain grafis itu ada ilmunya: Sebuah panduan lengkap tentang desain dan komposisi. Penerbit Anak Hebat Indonesia.
Jefkins, F. (1997). Periklanan (3rd ed.). Erlangga.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Principles of marketing (23rd ed., Vol. 1). Erlangga.
Lee, M., & Johnson, C. (2007). Prinsip-prinsip pokok periklanan dalam perspektif global. Prenada Media Group.
Maharsi, I. (2016). Ilustrasi. ISI Yogyakarta.
Munadi, Y. (2008). Media pembelajaran: Sebuah pendekatan baru. Gaung Persada Press.
Nataliatonadi. (2023). Pentingnya promosi objek wisata melalui media sosial. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/nataliatonadi4618/63e4c03208a8b54aa333cc12/pentingnya-promosi-objek-wisata-melalui-media-sosial (Diakses 1 Juni 2025)
Ningtyas, M. (2014). Penerapan metode laba kotor. Metode Penelitian, 32–41.
Nuraini. (2018). Jenis-jenis media audio visual. Gastronomía Ecuatoriana y Turismo Local, 1(69), 5–24.
Nuriddin. (2008). Hubungan media: Konsep dan aplikasi. Raja Grafindo Persada.
Padek Jawa Pos. (2025). Ini dia lokasi epik untuk foto berburu sunset di Panorama Kelok Lengkok. https://padek.jawapos.com/pariwisata/2363754235/ini-dia-lokasi-epik-untuk-foto-berburu-sunset-di-panorama-kelok-lengkok (Diakses 15 September 2025)
Tjiptono, F. (2015). Strategi pemasaran. Yogyakarta: Andi.Sanjaya, W. (2014). Media komunikasi pembelajaran. Kencana Prenada Media Group













