Rumah Larik Sebagai Inspirasi Dalam Penciptaan Kriya Logam
Main Article Content
Ahmat Ala Siro
Karya ini mengangkat arsitektur tradisional kerinci yaitu rumah larik sebagai ide penciptaan kriya logam. Rumah larik merupakan arsitektur tradisional kerinci yang memiliki keunikan bentuk rumah yang berderet panjang. Konsep dasar dari penciptaan karya ini menceritakan tentang rumah larik yang sudah mulai menghilang di tengah masyarakat modern yang diekspresikan melalui kriya logam. Teori yang digunakan dalam penciptaan ini yaitu teori ekspresi, bentuk, estetika, fungsi. Proses penciptaan dilakukan menggunakan tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan dengan pengumpulan data pustaka dan acuan visual. Selanjutnya, tahap perancangan ide dituangkan dalam sketsa alternatif dan dipilih menjadi desain akhir. Tahap perwujudan dimulai dengan penyiapan bahan seperti besi strip, besi beton sebagai media utama dengan teknik las listrik dan grafir logam. Proses finishing dilakukan menggunakan cat minyak yang dilapisi dengan clear untuk memperkuat karakter dan makna karya. Hasil karya berjumlah satu karya dengan bentuk tiga dimensi. Yang berjudul umoh laheik lah payah digape.
Gustami, SP. 2007. Butir-Butir Mutiara Estetika Timur, Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.
Kartika, Dharsono sony. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Nofrial. 2016. Rumah Etnik Kerinci Arsitektur Dan Seni Ukir. Padangpanjang: LPPMPP Isi Padangpanjang.
Widiartta, Ida bagus yuda, I. Ketut Sudita, and Gede Eka Harsana Koriawan. 2024. “Kerajinan Logam Teknik Wudulan Ketut Sadia Desa Runuh/Mekar Sari Buleleng.” Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha 14(2):196–207. doi:10.23887/jjpsp.v14i2.82844.













