Kepribadian Introvert Dalam Diri Sendiri Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Main Article Content
Reza Railino
Miswar
Penciptaan karya seni lukis ini membahas kepribadian introvert yang dialami oleh pengkarya sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Kepribadian introvert dipahami sebagai kecenderungan seseorang yang lebih nyaman dengan dirinya sendiri dan sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial, yang dapat menimbulkan perasaan cemas, resah, dan tertekan. Pengalaman pengkarya pada masa remaja, terutama perlakuan sosial yang kurang menyenangkan, menjadi latar belakang utama dalam penciptaan karya ini. Tema kepribadian introvert diwujudkan ke dalam karya seni lukis dua dimensi dengan menggunakan gaya ekspresionisme, di mana bentuk figur manusia dibuat mengalami perubahan atau distorsi untuk menggambarkan kondisi perasaan pengkarya. Media yang digunakan adalah kanvas dengan teknik plakat serta penggunaan warna kontras untuk mendukung suasana emosional yang ingin disampaikan. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya. Karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sarana ungkapan perasaan pengkarya sekaligus memberi gambaran kepada masyarakat bahwa pengalaman pribadi dan masalah sosial dapat dijadikan ide dalam penciptaan karya seni lukis.
Agus Burhan, Mukhamad, Anusapati Anusapati, and Luste Damiel Morin. “Perancangan instalasi Eco Art sebagai Media Kultivasi Mikroalga” (2020).
Alfathri Adlin, Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realita (Yogyakarta: Jalasutra, 2006), 37.
Alwisol, Psikologi Kepribadian (Malang: Umm Press, 2009), 73
Amirullah, Perilaku Konsumen (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2002), 35.
Calvin S Hall dan Gardner Lindzey, Psikologi Kepribadian / Teori-Teori Psikodinamik (Klinis),
Handayani (2020) skripsi tentang perbedaan minat beorganisasi antara mahasiswa introvert dengan ekstrovert di UIN Raden Intan Lampung.
Ika Puspitasari Putri dan Sapto Irawan, Hubungan antara Tipe Kepribadian dengan Interaksi Sosial (Karang Taruna Dukuh Klarisan Kelurahan Tanduk Kecamatan Ampel Kabupaten Ampel,2019)89-94.
Julina, Windi. “Pola Komunikasi Penyuluh Agama Islam Fungsional Dalam Pembinaan Keagamaan.” Syair: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 3.2 (2020): 144-161.
Jung & Cremers (2015,128) memperkenalkan Psikologi Analitis, PT. Granmedia.
Nugroho J Setiadi, Perilaku Konsumen Perspektif Kontemporer Pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), 62.
Sachari, Agus. Sejarah dan perkembangan desain & dunia kesenirupaan di Indonesia. Bandung: Penerbit ITB, 2002.
Setiadi, Perilaku Konsumen konsep dan implikasi., 138-140.
Soedarso, Sp. 1971. Sedjarah Perkembangan Seni Rupa Modern. Jogjakarta: ASRI Jogjakarta.
Susanto, M. (2002). Seni rupa modern: Dunia dalam ide. Yogyakarta: Kanisius.
Susanto, Mikke. 2012. Diksi Rupa Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta dan Bali: DictiArt Lab dan Djagad Art House.
Sunarto, & Suherman. (2017). Pengantar ilmu seni rupa. Yogyakarta: UNY Press.
Susanto. (2003). MEMBONGKAR SENI RUPA. Jendela.
Susanto & Suherman. (2017). JEIHAN: Maestro Ambang Nyata dan Maya (Jakarta).
Susanto. (2018). Diksi Rupa (Revisi III). DictiArt.
Terj. A. Supratiknya (Yogyakarta: Kanisius, 2000), 249.
Usman Effendi, Psikologi Konsumen (Jakarta: Raja Wali Persada, 2016),286.
Vinna Sri Yuniarti, Perilaku Konsumen Teori dan Praktik (Bandung: Pustaka Setia, 2015), 22.
Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian (Jakarta: Rajawali Press, 1998), 190.
Yadi Purwanto, Psikologi Kepribadian Integrasi Nafsiyah dan „Aqliyah Perspektif Psikologi Islam (Surakarta: Refika Aditama, 2007), 254.
Yinger, J. Milton. Toward a Field Theory of Behavior: Personality and Social Structure. New York: McGraw-Hill, 1965.













