Perancangan Artistik Naskah Anggun Nan Tongga Karya Wisran Hadi dengan Pendekatan Teater Epik Bertolt Brecht
Main Article Content
Riki Pratama
Dede Pramayoza
Penelitian ini membahas perancangan artistik naskah Anggun Nan Tongga karya Wisran Hadi dengan menggunakan pendekatan Teater Epik Bertolt Brecht. Naskah Anggun Nan Tongga merupakan adaptasi kaba Minangkabau yang tidak hanya merepresentasikan tradisi secara folkloris, tetapi mendekonstruksi nilai adat, struktur sosial, dan mitos kepahlawanan melalui pendekatan teater kontemporer. Kompleksitas struktur dramatik naskah, yang menghadirkan simbol ruang darat, laut, dan pantai sebagai representasi pertentangan nilai antara tradisi dan modernitas, menuntut konsep perancangan artistik yang tidak bersifat realistik-ilusionistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode perancangan artistik, yang meliputi analisis naskah, perumusan konsep, perancangan unsur artistik, pembuatan maket, serta penerapan dan evaluasi rancangan. Pendekatan Teater Epik Brecht diterapkan melalui penggunaan efek alienasi dan konsep multiple set untuk menghadirkan beberapa latar tempat secara simultan di atas panggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan artistik yang meliputi skeneri, properti, kostum, rias, tata cahaya, dan musik berfungsi sebagai bahasa visual yang aktif dalam membangun makna dramatik dan kritik sosial. Dengan demikian, perancangan artistik tidak hanya menjadi elemen pendukung pementasan, tetapi medium reflektif yang memperkuat gagasan estetik dan ideologis naskah serta mendorong penonton bersikap kritis terhadap pertentangan antara tradisi dan modernitas.
Brecht, B. (1964). Brecht on Theatre: The Development of an Aesthetic. New York: Hill and Wang.
Hadi, W. (2003). Anggun Nan Tongga. Padang Panjang: Bumi Teater.
Holt, C. (2009). Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Padmodarmaya, P. (1998). Tata dan Teknik Pentas. Jakarta: Balai Pustaka.
Padmodarmaya, P. (2008). Manajemen Produksi Teater. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Pramayoza, D. (2016). Dramaturgi Teater Indonesia. Padang Panjang: ISI Padang Panjang Press.
Pramayoza, D. (2020). Teater Wisran Hadi: Estetika, Tradisi, dan Kritik Sosial. Jurnal Seni Pertunjukan, 12(2), 45–60.
(Judul jurnal & halaman bisa disesuaikan dengan sumber aslinya)
Roedito. (2003). Desain Panggung Teater. Yogyakarta: Cipta Media.
Wibowo, F. (2012). Manajemen Produksi Teater. Yogyakarta: Jalasutra.
Yudiaryani. (1999). Panggung Teater Dunia: Perkembangan dan Perubahan Konvensi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.













