Analisis Teknik Pencahayaan Dalam Membangun Dramatik Pada Film “Penyalin Cahaya” Karya Wregas Bhanuteja
Main Article Content
Zaky Maulana Rauuf
Hamzaini
Penelitian ini mengkaji peran teknik pencahayaan dalam membentuk unsur dramatik konflik, curiosity, suspense, dan surprise pada film drama thriller Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana tata cahaya diterapkan sebagai bahasa visual yang memperkuat kondisi psikologis tokoh utama serta menggerakan dinamika naratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi visual tiap adegan, studi dokumen, serta wawancara dengan gaffer film. temuan penelitian mnunjukan bahwa teknik pencahayaan low key, high key, motivated lighting, artificial lighting, dan practical lighting berperan sebagai perangkat sinematik utama dalam membangun keempat unsur dramatik tersebut. Secara khusus, penggunaan low key lighting dengan kontras tinggi terbukti efektif menegaskan atmosfer gelap, penuh misteri, dan tekanan psikologis yang dialami Suryani, sejalan dengan tema trauma dan proses investigatif dalam film. Selain menciptakan estetika visual, pencahayaan juga berfungsi sebagai instrumen naratif yang memandu penonton pada detail penting dan membangun ketegangan emosional, sehingga cahaya hadir sebagai unsur dramatik yang esensial, bukan sekedar aspek visual.
Bakti,Taufikurrahman, Alexandri Luthfi Rahman, Latief Rakhman Hakim. (2021). Tata Cahaya High Contrast Sebagai Pendukung Unsur Dramatis Pada Film Horor Derana Dara. Jurnal, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2010). Film Art: An Introdution (12th Edition). McGraw-Hill Education.
Brown, Blain (2016). Cinematography: Theory and Practice. Elsevier
Branigan, Edward. (2005). Narrative Comprehension and Film. Brown University, USA
Husnil Fajri, (2023), Mise en scene sebagai pendukung unsur dramatik film Penyalin Cahaya. Jurusan Televisi dan Film, Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
Kelby, S. (2015). The Digital Photography Book. Peachpit Press.
Lutters, Elizabeth. 2004. Kunci Sukses Menulis Skenario. Jakarta: PT. Gramedia WidiaSarana Indonesia.
Lutters, Elizabeth. 2010. Kunci Sukses Menulis Skenario. Jakarta:Grasindo
Nilamsari, Natalina (2014). Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo
Naufal Muhammad, Cito Yasuki Rahmad. (2022). Tata Cahaya Dalam Membangun Unsur Dramatik Pada Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Jurnal, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.
Pratista, Himawan. 2017. Memahami Film edisi kedua. Kregan037/02 Sanggarahan Wedomartani Ngemplak Sleman DIY: Montase Press.
Sudaryanto. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis (Vol. 64). Duta Wacana University Press.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. ALFABETA, CV. Bandung: Jl. Gegerkalong Hilir No. 84 Bandung.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, M. P. P., & Kuantitatif, P. (2016). Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Cet. Vii.
Sugiyono, M. P. P., & Kuantitatif, P. (2019). Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Cet. Vii.













