Burung Bangau Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Kriya Kayu
Main Article Content
Fahmil Ikhsan
Penciptaan karya kriya kayu ini mengangkat burung bangau sebagai sumber inspirasi utama. Pemilihan burung bangau didasari oleh ketertarikan penulis terhadap karakteristik visualnya yang unik, seperti kaki dan paruh yang panjang, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, seperti simbol kesetiaan, keberuntungan, umur panjang, dan perdamaian. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana mentransformasikan bentuk fisik burung bangau ke dalam media kayu melalui teknik ukir terawang dalam wujud karya seni dua dimensi. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari tiga tahap utama, yaitu: eksplorasi (pengamatan langsung dan studi pustaka untuk menemukan ide bentuk), perancangan (pembuatan sketsa alternatif hingga desain terpilih), dan perwujudan (proses pengerjaan fisik). Bahan utama yang digunakan adalah kayu surian, yang dipilih karena kualitas serat dan kekuatannya, dengan teknik penyelesaian akhir (finishing) menggunakan warna impra dan cairan biopolis. Hasil dari penciptaan ini adalah karya kriya kayu dua dimensi berupa hiasan dinding yang menonjolkan estetika bentuk burung bangau melalui teknik ukir terawang. Selain sebagai media ekspresi pribadi, karya ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menyampaikan pesan moral kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian burung bangau
Erizal, & Bahruddin, A. (2005). Buku ajar studio kriya kayu VI. Padangpanjang: Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padangpanjang.
Kartika, D. S. (2004). Seni rupa modern. Bandung: Rekayasa Sains.
Kartika, D. S. (2017). Seni rupa modern (Edisi revisi). Bandung: Rekayasa Sains.
Sanyoto, S. E. (2009). Nirmana: Elemen-elemen seni dan desain. Yogyakarta: Jalasutra.
Soedarsono, R. M. (1990). Tinjauan seni: Pengantar untuk apresiasi seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.
Suroso, S. (2006). Bangau dalam bentuk stilasi [Karya Seni]. Padangpanjang: ISI Padangpanjang.
Westra, I. M. (1995). Pengetahuan bahan dan alat industri kayu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Guntur, G. (2022). Metodologi penelitian seni. Surakarta: ISI Press.
Musman, A. (2021). Filosofi fauna: Memahami simbolisme hewan dalam budaya. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Pratama, A. D., & Syam, C. (2023). Teknik ukir terawang dalam pengembangan produk kriya kayu kontemporer. Jurnal Kriya dan Desain, 5(1), 12-25.
Saputra, H. (2020). Karakteristik kayu surian dan teknik pengolahannya. Padang: Andalas University Press.
Wahyudi, S. (2019). Estetika seni kriya: Teori dan praktik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.













