Penciptaan Film Dokumenter Ekspositori Ulu Ambek Padang Pariaman
Main Article Content
Gilang Oktami Ramadhani
Herry Sasongko
Penelitian ini mengkaji kesenian tradisional Ulu Ambek yang berkembang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebagai salah satu warisan budaya yang terikat erat dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ulu Ambek, yang secara etimologis berasal dari kata Ulu (serangan) dan Ambek (tangkisan), diyakini telah hadir bersamaan dengan masuknya agama Islam ke wilayah tersebut. Sistem permainannya dicirikan oleh gerakan yang tidak saling bersentuhan antara pemain, di mana penentuan menang atau kalah dilakukan secara batin (subjektif) berdasarkan kesalahan langkah. Kesenian ini juga melibatkan aspek bunyi-bunyian Dampeang (Jantan dan Batino) yang berintensitas suara berbeda. Secara sosial, Ulu Ambek dikhususkan sebagai permainan bagi Niniak Mamak (laki-laki) dan berfungsi sebagai simbol kebesaran serta identitas adat di Kabupaten Padang Pariaman.
Afrizal, J. (2022). Silek dan Eksistensi Adat Minangkabau di Era Modern. Jurnal Kajian Budaya Etnografi Nusantara, 5(2), 115-130.
Desfiarni. (2021). Fungsi dan Peran Niniak Mamak dalam Struktur Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat: Studi Kasus Padang Pariaman. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 8(1), 45-60.
Eka, N. M. (2020). Dampeang sebagai Identitas Musikal Kesenian Rakyat Pariaman. Wacana Seni dan Budaya Minangkabau, 7(3), 88-102.
Fadillah, A. M. (2024). Sistem Gerak Non-Kontak dalam Seni Bela Diri Tradisional Nusantara: Analisis Filosofis dan Teknik. Jurnal Studi Seni Pertunjukan, 11(1), 1-15.
Gusriana, D., & Yusri, I. (2023). Representasi Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam Kesenian Tradisional Minangkabau. Prosiding Seminar Nasional Kajian Budaya, 2(1), 190-205.
Hasan, S., & Piliang, Y. (2020). Etnografi Kesenian Tradisional di Pesisir Barat Sumatera: Tantangan dan Adaptasi Budaya. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 10(2), 33-48.
Iswandi. (2024). Laga-Laga dan Ruang Sakral: Batasan Gender dalam Pertunjukan Seni Tradisional Minangkabau. Jurnal Etnik dan Gender, 6(3), 201-218.
Marzuki, A. (2021). Sinkretisme Islam dan Adat dalam Kesenian Minangkabau Pasca-Reformasi. Jurnal Agama dan Budaya, 4(1), 5-20.
Rizki, A. (2023). Dimensi Batin dan Spiritual dalam Penentuan Kemenangan Seni Tradisional Minangkabau. Jurnal Psikologi Sosial dan Budaya, 12(4), 310-325.
Sari, R. (2022). Peran dan Fungsi Simbolik Dampeang Jantan dan Dampeang Batino dalam Kesenian Daerah di Padang Pariaman. Jurnal Musikologi Tradisional, 9(1), 77-90.
Zulkifli, M. (2021). Ulu dan Ambek: Kajian Etimologis dan Semantik Gerakan Serangan-Tangkisan dalam Bahasa Minangkabau. Jurnal Linguistik Budaya, 15(2), 100-115.
Zuraya, F. (2020). Pelestarian Kesenian Ulu Ambek sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Pariwisata dan Pelestarian Budaya, 3(1), 25-38.













