Lighting Intern Pada Produksi Film Tinggal Meninggal Bersama Production House Cerita Film
Main Article Content
Taufik Akbar
Herry Sasongko
Dynia Fitri
Kegiatan Riset dan Pengembangan Profesi merupakan media bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik ke dalam dunia kerja nyata, khususnya pada industri film yang memiliki alur kerja profesional dan kolaboratif. Pada kegiatan ini, penulis melaksanakan magang sebagai Lighting Man dalam produksi film Tinggal Meninggal yang diproduksi oleh Imajinari bersama Cerita Film. Magang berlangsung dari 12 Februari hingga 12 Maret 2025 dan mencakup keterlibatan langsung dalam tahapan pra-produksi, produksi, hingga evaluasi teknis di lokasi pengambilan gambar. Tugas utama penulis meliputi persiapan dan pengecekan peralatan pencahayaan, pemasangan lampu sesuai kebutuhan adegan, pengoperasian perlengkapan Lighting, serta menjaga konsistensi estetika pencahayaan yang telah ditetapkan oleh gaffer dan asisten gaffer. Selama pelaksanaan magang, penulis menghadapi beberapa kendala seperti proses adaptasi terhadap ritme kerja produksi film berskala besar, pemahaman istilah teknis baru dalam bidang pencahayaan profesional, serta keterbatasan pengalaman dalam mengoperasikan peralatan yang sebelumnya belum pernah digunakan. Berbagai kendala tersebut diatasi melalui komunikasi aktif dengan kru, observasi yang berkelanjutan, serta inisiatif untuk bertanya dan mempelajari peralatan secara langsung di lapangan. Melalui pengalaman ini, penulis memperoleh peningkatan kemampuan teknis dalam tata cahaya sinematografi, pemahaman workflow produksi film, serta pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan kedisiplinan. Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat kesiapan penulis untuk memasuki industri film profesional, khususnya di departemen pencahayaan yang memegang peran penting dalam membangun mood dan visual cerita dalam sebuah film.
Fadillah, M. (2020). Pengaruh pengalaman produksi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa film. Jurnal Media Kreatif, 8(2), 112–121.
Herlambang, D., & Purwanto, A. (2021). Cinematography practice in digital film production: A technical learning approach. Jurnal Seni dan Desain, 5(1), 45–56.
Iskandar, R. (2020). Teknik tata cahaya dalam produksi film digital modern. Jurnal Sinema Nusantara, 9(1), 33–40.
Mulyadi, S. (2022). Peran gaffer dalam membentuk mood visual pada produksi film fiksi. Jurnal Ilmu Perfilman, 4(2), 85–94.
Nugraha, F., & Wibowo, R. (2023). Implementasi lighting kreatif dalam produksi film independen Indonesia. Jurnal Audio Visual, 6(3), 101–110.
Pratama, A., & Sihombing, L. (2021). Analisis penggunaan lighting modifier pada produksi film drama. Jurnal Desain dan Media, 3(2), 70–79.
Putra, I. G. N., & Adnyana, Y. (2021). Efektivitas magang industri terhadap peningkatan soft skills mahasiswa seni dan desain. Jurnal Pendidikan Kreatif, 7(1), 25–34.
Rahmanto, Y. (2020). Manajemen produksi film sebagai sarana pembelajaran praktik mahasiswa. Jurnal Komunikasi Visual, 10(2), 56–67.
Ramadhani, D. (2022). Pembelajaran berbasis proyek dalam produksi film: Studi pada mahasiswa film Indonesia. Jurnal Teknologi Kreatif, 11(1), 14–23.
Syahputra, R. (2024). Analisis kompetensi crew lighting pada produksi film nasional. Jurnal Perfilman Indonesia, 8(1), 1–12.
Tanjung, M., & Arista, K. (2023). Keterlibatan mahasiswa dalam produksi film profesional: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan Seni, 12(2), 99–108.
Yulistiana, A. (2023). Adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan produksi film profesional. Jurnal Kreativitas Visual, 5(3), 140–149.













