Kesehatan Di Nusantara Pada Masa VOC Dan Hindia Belanda: Sebuah Tinjauan Historis
Main Article Content
Nabila Bintang Maharani
Andi Aildah Putri Fadhillah
Rusmala Dewi Kabubu
Muh. Rasyid Ridha
Fitra Widya Wati
Fokus kesehatan pada masa kolonial hanya pada kalangan orang-orang Eropa saja. Masyarakat Nusantara tidak tersentuh oleh layanan kesehatan pada masa itu. Fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah bagaimana perkembangan kesehatan di Nusantara, khususnya pada masa kolonial dan apa tantangan dan upaya yang dilakukan pemerintah kolonial dalam menghadapi problem kesehatan pada masa itu. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan berfokus pada empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode ini berhasil menjawab permasalahan utama dalam tulisan ini. Revolusi kesehatan ditandai dengan masuknya vaksin, penggunaan kina, dan berkembangnya ilmu kedokteran pada masa itu. Meskipun terjadi revolusi di bidang kesehatan, pada masa ini ada tantangan yang dihadapi Pemerintah Kolonial, khususnya dalam bidang kesehatan. Wabah penyakit seperti cacar mulai masuk ke wilayah Jawa pada tahun 1644. Langkah yang diambil Pemerintah Kolonial pada masa itu adalah dengan menggunakan metode variolasi. Pada masa pemerintahan VOC, para dokter Eropa menghadapi kesulitan besar dalam menangani berbagai penyakit tropis yang merebak di wilayah Nusantara. Ketidaktahuan mereka akan iklim tropis serta penyebab utama penyakit membuat tingkat kematian tetap tinggi hingga penghujung abad ke-18. Tenaga medis kolonial mulai memanfaatkan pengetahuan lokal dengan pendekatan tradisional.
Atok, N., A., Fitrianto, F., R., Putri Aini, N., F., Abadi, A., T., & Sofuan, K., T. (2022). Wabah Cacar Di Jawa Abad-19: Peran Pemerintah Kolonial Dalam Menerapkan Vaksinasi. Jurnal Harmony, 7(2), 98-105.
Attahiyyat, C. (2021). Jejak Karantina Penyakit Menular Di Jakarta 1667- 2020: Traces of Infectious Disease Quarantine in Jakarta 1667- 2020. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 129-136.
Baha’uddin. (2006). Dari Mantri Hingga Dokter Jawa: Studi Kebijakan Pemerintah Kolonial Dalam Penanganan Penyakit Cacar di Jawa Abad XIX-XX. Humaniora, 18(3), 286-296.
Boomgaard, P. (1987). Morbidity and Mortality in Java, 1820-1880: Changing Pattern of Disease and Death dalam Noman G. Owen (Ed.), Death and Disease in Southeast Asia: Explorations in Social, Medical, and Demographic History. Singapore: Oxford University Press.
Boomgaard, P. (2007). The Development of Colonial Health Care in Java: An Exploratory Introduction. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 163(1), 62–85.
Boomgaard, P. (2013). Smallpox, vaccination, and the Pax Neerlandica, Indonesia, 1550-1930. Bijdragen Tot de Taal-, Land en Volkenkunde Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 159(4), 590–617.
Carr, E. H. (1961). What is history? London: Macmillan.
Cook, H. J. (2011). Markets and cultures: Medical specifics and the reconfiguration of the body in early modern Europe. Transactions of the Royal Historical Society, 21, 137–158. https://doi.org/10.1017/S0080440111000065
Effendi, T. N. (2009). Sejarah Pendidikan Dokter Pribumi dan Perkembangan STOVIA. Jakarta: Balai Pustaka.
Farabi, N. (2019). Ilmu Kedokteran dan Praktik Kesehatan di Hindia Belanda. Penerbit Komunika. Jakarta.
Fitrianto,R.F. et.al. (2022). Wabah Cacar di Jawa Abad-19: Peran Pemerintah Kolonial dalam Menerapkan Vaksinasi. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 7(2), 98–105.
Himawan. (1995). The history of pathology in Indonesia. Medical Journal of Indonesia, 4(1), 1–12.
Houben, V. J. H. (1994). Java and the Java medical school: The emergence of a colonial health system. Itinerario, 18(2), 54–73. https://doi.org/10.1017/S0165115300005492
Iskandar, A. (2016). Sejarah Kedokteran di Indonesia: Dari Tradisi ke Modernitas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Iskandar, A. (2018). Indigenous medical practitioners and the making of public health in colonial Indonesia. Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, 91(2), 23–45.
Kabubu, R.D & La Malihu. (2025). Pelamonia: Sejarah Rumah Sakit Militer Peninggalan Kolonial di Jantung Kota Makassar (1986-2012). Jambura Histori and Cultur Journal. 7 (2). 174-196
Kahin, G. M. (2013). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.
Kuntowijoyo. (2013). Metodologi sejarah (Edisi Revisi). Tiara Wacana. Yogyakarta.
Larasati, D. (2016). Pengetahuan medis kolonial dan pemanfaatan obat tradisional di Indonesia abad ke-18–19. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 85–96.
Lombard, D. (2008). Nusa Jawa Silang Budaya; Kajian Sejarah Terpadu. Bagian I: Batas-batas Pembaratan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Muhsin, Z., M. (2012). Bibliografi Sejarah Kesehatan Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda, 22(2), 187-197.
Panjaitan, D., C. (2019). Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Nasionalisme Dokter di Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia: Depok.
Pols, H. (2022). Physicians, patients, and colonial medicine in the Dutch East Indies. Social History of Medicine, 35(1), 1–22.
Pradono, S. (2010). Sejarah kesehatan masyarakat di Jawa: Mantri dan juru cacar pada masa kolonial. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Said, M. (2016). Pendidikan kedokteran bumiputra pada masa kolonial: Studi tentang Sekolah Dokter Jawa dan STOVIA. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 87–98.
Sari, M. T. (2020). Tradisi medis lokal dan kolonialisme: Studi tentang farmasi dan obat-obatan pada masa VOC. Paramita: Historical Studies Journal, 30(1), 34–42.
Sartono, K. (2010). Sejarah Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Pustaka Nusantara. Jakarta
Shiraishi, T. (1990). An Age in Motion: Popular Radicalism in Java, 1912–1926. Cornell University Press.
Sjamsuddin, H. (2014). Metodologi sejarah. Ombak. Yogyakarta.
Suharto, B. (2015). Kebijakan kesehatan kolonial dan dampaknya terhadap populasi di Pulau Jawa. Jurnal Humaniora, 27(2), 145 160.
Sutedjo, W. (2018). Sejarah Epidemi dan Praktik Medis di Jawa Masa Kolonial. Ombak. Yogyakarta.
Utami, R. (2017). Pengetahuan medis VOC dan pembentukan farmakope awal di Hindia Belanda. Jurnal Sejarah dan Budaya, 11(2), 145–160.
Wardana. (2016). Kebijakan Pemerintah Kolonial Dalam Penanganan Penyakit Cacar Di Jawa Abad XIX-XX. Social Studies is an educational journal. 4 (1). 1-15













