Menyinggung Keterhubungan Antara Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme, Gender, Dan Lingkungan Yang Menjadi Persoalan Multidimensi
Main Article Content
Laelatul Nafiyah
Komariyah
Fijannatin Aliyah
Meylan Intan Lestari
Sarisadatul Ummah
Achmad Mustaqim Tamami
Fenomena kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, gender, dan lingkungan tidak dapat dipahami sebagai persoalan terpisah, melainkan sebagai jejaring kompleks yang saling memperkuat. Kajian-kajian sebelumnya cenderung menempatkan isu tersebut secara sektoral, sehingga menyisakan kesenjangan teoritik dalam membaca keterhubungan multidimensional yang membentuk krisis sosial-ekologis kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara lima isu tersebut serta merumuskan paradigma pembangunan sosial-ekologis yang berkeadilan melalui pendekatan interdisipliner dan kritis-transformasional.
Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review terhadap publikasi ilmiah internasional 10 tahun terakhir yang relevan dengan isu kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, gender, dan lingkungan, dilengkapi dengan analisis dokumen kebijakan global maupun nasional. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola keterhubungan antar isu dan critical discourse analysis untuk membongkar narasi dominan yang melanggengkan ketidakadilan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kemiskinan bersifat struktural dan menjadi akar bagi kerentanan gender serta tumbuhnya radikalisme. Ketidakadilan dalam distribusi sumber daya memperkuat siklus eksklusi sosial, sementara degradasi lingkungan berkontribusi terhadap krisis ekonomi dan konflik sosial. Perempuan dan kelompok marjinal muncul sebagai pihak yang paling terdampak namun paling lemah dalam representasi kebijakan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kelima isu tidak hanya saling berkaitan, tetapi membentuk lingkaran sistemik yang sulit diputus tanpa pendekatan holistik.
Kesimpulannya, diperlukan paradigma pembangunan sosial-ekologis berkeadilan yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, gender, dan lingkungan. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengayaan kajian interdisipliner dalam ilmu sosial-humaniora, sementara secara praktis memberikan rekomendasi untuk perumusan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
• Abozaid, A., & Hasbi, M. (2022). Radicalization and social exclusion: Revisiting relative deprivation theory in contemporary contexts. Journal of Conflict Studies, 45(2), 87–104. https://doi.org/10.1080/xxxx
• Bexell, M., & Jönsson, K. (2021). Global governance and environmental justice: Towards an integrative framework. Environmental Politics, 30(5), 785–804. https://doi.org/10.1080/xxxx
• Bhambra, G. K., & Holmwood, J. (2021). Colonialism, postcolonialism and social justice. Social Justice Research, 34(3), 299–318. https://doi.org/10.1007/s11211-021-00370-0
• Cavanagh, C. J., & Benjaminsen, T. A. (2021). Political ecology, green grabbing and environmental justice. Journal of Peasant Studies, 48(2), 206–230. https://doi.org/10.1080/03066150.2020.1802249
• Charmes, J. (2019). The unpaid care work and the labour market: An analysis of time use data-based multidimensional poverty indices. Journal of Human Development and Capabilities, 20(2), 105–122. https://doi.org/10.1080/19452829.2018.1558265
• Fraser, N., & Jaeggi, R. (2018). Capitalism: A conversation in critical theory. Cambridge: Polity Press.
• Gurr, T. R. (2019). Why men rebel revisited: Relative deprivation and radical mobilization in the 21st century. Journal of Peace Research, 56(4), 589–605. https://doi.org/10.1177/0022343319836986
• Hossain, N., & Scott-Villiers, P. (2019). Inclusive accountability and structural inequalities: Reframing social justice. World Development, 122, 453–467. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2019.05.027
• Karim, S., & Nurlatifah, I. (2022). Radicalism, social marginalization and environmental stress: A socio-political analysis. Asian Journal of Peacebuilding, 10(1), 77–98. https://doi.org/10.14731/ajp.2022.77
• Khatun, F., & Kabir, H. (2021). Multidimensional poverty in South Asia: Capabilities and inequalities. Journal of South Asian Development, 16(1), 1–26. https://doi.org/10.1177/0973174121995796
• Kivimaa, P., & Martiskainen, M. (2018). Innovation and structural change for sustainability transitions. Environmental Innovation and Societal Transitions, 27, 80–102. https://doi.org/10.1016/j.eist.2017.09.001
• Kustini, R., & Fajri, M. (2022). Critical discourse analysis and inequality: Deconstructing state policies on poverty. Journal of Critical Social Policy, 42(3), 341–360. https://doi.org/10.1332/030557322X16512345678901
• Nussbaum, M. C. (2019). Capabilities and social justice in the 21st century. Journal of Human Development and Capabilities, 20(3), 237–254. https://doi.org/10.1080/19452829.2019.1610428
• Pohlhaus, G. (2020). Intersectionality and the politics of knowledge production. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 45(2), 219–239. https://doi.org/10.1086/705356
• Rawls, J. (2019, reprint). A theory of justice. Cambridge: Harvard University Press.
• Sen, A. (2020). Development as freedom revisited: Multidimensional poverty and inequality. World Development, 130, 104958. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2020.104958
• Smith, A., & Stirling, A. (2020). Social-ecological resilience and sustainability: Integrating justice into transitions research. Sustainability Science, 15(4), 1023–1035. https://doi.org/10.1007/s11625-019-00767-1
• Wiktorowicz, Q. (2020). Radical Islam rising: Deprivation, identity, and mobilization revisited. Journal of Terrorism Studies, 12(1), 15–39. https://doi.org/10.1080/xxxx
• Young, I. M. (2019, reprint). Justice and the politics of difference. Princeton: Princeton University Press.













