Analisis Risiko dalam Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
Main Article Content
Tiara Cordelia
Merika Setiawati
Irsyad
Studi ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menghadapi risiko multidimensi yang mencakup ranah operasional, kesehatan, dan digital. Risiko operasional meliputi fasilitas yang tidak memadai, kesiapan guru, dan inefisiensi penjadwalan. Risiko kesehatan telah meningkat secara signifikan sejak pandemi COVID-19, yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan adaptasi pembelajaran hibrida. Sementara itu, risiko digital meliputi masalah keamanan siber, privasi data siswa, dan keterbatasan kompetensi guru dalam teknologi pendidikan (Mariani & Wijayanti, 2022).
Al-Khalifa, H. S., & Hasan, R. (2024). Transformasi digital dan tantangan keamanan siber dalam pendidikan: Sebuah tinjauan sistematis. Pendidikan dan Teknologi Informasi, 29(2), 245–262.
Anwari, R., & Suzianti, A. (2025). Mengembangkan gugus tugas manajemen risiko berbasis sekolah: Sebuah kerangka kerja untuk ketahanan pendidikan. Jurnal Manajemen Risiko dan Pendidikan, 8(1), 45–59.
Deetika, S. (2025). Tantangan literasi digital dan keamanan siber di kalangan guru dalam sistem pendidikan daring. Jurnal Internasional Teknologi dan Masyarakat Pendidikan, 28(2), 134–148.
Mariani, L., & Wijayanti, D. (2022). Kesiapan sekolah dalam menerapkan pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal Pengembangan Pendidikan, 10(1), 15–27.
Fung, A., Chik, P. P. M., & Lee, M. (2025). Risiko operasional dan manajemen dalam persekolahan pascapandemi: Pelajaran dari sistem pendidikan Asia-Pasifik. Jurnal Internasional Manajemen Pendidikan, 39(1), 88–104.
Gao, L., & Guo, X. (2025). Manajemen risiko kesehatan dan perencanaan kontingensi sekolah di era pasca-COVID-19. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Pendidikan, 12(2), 55–70.
Kim, L. E., & Asbury, K. (2020). ‘Seperti karpet yang ditarik dari bawah Anda’: Dampak COVID-19 terhadap guru di Inggris selama enam minggu pertama karantina wilayah di Inggris. British Journal of Educational Psychology, 90(4), 1062–1083.
Martin, F., & Bolliger, D. U. (2018). Keterlibatan itu penting: Persepsi siswa tentang pentingnya strategi keterlibatan dalam lingkungan pembelajaran daring. Online Learning Journal, 22(1), 205–222.
Ningsih, R., Prasetyo, D., & Lestari, M. (2023). Implementasi manajemen risiko sekolah untuk meningkatkan penjaminan mutu pendidikan. Jurnal Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, 6(2), 87–102.
Ramadhani, S., Putra, Y., & Nugroho, B. (2021). Kerangka kerja manajemen risiko untuk lembaga pendidikan: Membangun ketahanan melalui strategi proaktif. Jurnal Kebijakan Pendidikan Internasional, 7(3), 198–212
Redecker, C., & Punie, Y. (2017). Kerangka kerja Eropa untuk kompetensi digital pendidik: DigCompEdu. Kantor Publikasi Uni Eropa.
Rahim, A., & Kurniawan, F. (2024). Strategi mitigasi risiko lingkungan dan sosial dalam perencanaan manajemen bencana sekolah. Jurnal Internasional Pendidikan Bencana, 9(1), 55–70.
Tan, S. C., & Hiew, W. (2020). Analisis risiko dalam manajemen sekolah: Mengintegrasikan ketahanan digital dan operasional. Jurnal Pendidikan Asia-Pasifik, 40(4), 512–530.
Wijaya, H., Kusumah, D., & Rahmawati, L. (2023). Pendekatan partisipatif dalam analisis risiko pendidikan dan penjaminan mutu. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 5(2), 101–118.













