Kebijakan Kesehatan Pada Masa Orde Baru Dalam Perspektif Historis
Main Article Content
Sitti Nurhalisah
Nadia
Rusmala Dewi Kabubu
Perkembangan kesehatan di Indonesia mengalami dinamika dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pada masa kolonial, kesehatan difokuskan pada pejabat kolonial saja. Setelah kemerdekaan, Indonesia mulai membangun sistem kesehatan nasional yang menekankan pada kesehatan masyarakat. Program kesehatan pada masa Orde Baru adalah Keluarga Berencana (KB) dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Program KB berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para ibu, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat, sedangkan IDL memiliki peran penting dalam pengurangan jumlah kematian bayi dan balita yang berasal dari penyakit menular dengan seharusnya bisa ditangani dengan imunisasi yang diberikan. Program kesehatan harus dibarengi dengan pelayanan kesehatan dari pemerintah. Pada masa Orde Baru, pelayanan kesehatan dimaksimalkan dengan membangun Puskesmas dan Posyandu untuk memfasilitasi program yang dibentuk. Di lain sisi, pada masa Orde Baru pemerintah dihadapkan pada permasalahan kesehatan yang sangat kritis. Pada masa ini terjadi wabah Pes. Indonesia menghadapi sejumlah persoalan kesehatan, salah satunya adalah munculnya wabah pes di Boyolali pada tahun 1968.
Adioetomo, S. M., & Pardede, E. M. (2018). Sejarah Kependudukan dan Kebijakan Keluarga Berencana di Indonesia. BKKBN. Jakarta
Ahmadin. (2016). Metodologi sejarah: Teori, metode, dan pendekatan. Ombak. Yogyakarta
Astiannis, R & Didin Saripudin. (2018). Kiprah Dr. Johannes Leimena sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tahun 1946–1956. FACTUM. Volume 7, N0.2, hlm. 203-214
Bappenas. (1981). Repelita III: Rencana Pembangunan Lima Tahun Ketiga 1979–1984. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Bellamy, C. (1998). The State of the World ’ S the State of the World ’ S Children. Oxford University press. United Kingdom
Brian Azeri & Wahyu PratamaTamba, R. A. S. (2025). Realisasi Progresif Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat Brian. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 5(1), 135– 152.
Booth, A. (1998). The Indonesian Economy in the Nineteenth and Twentieth Centuries: A History of Missed Opportunities. Palgrave Macmillan. Inggris
Carr, E. H. (1961). What is history? Cambridge University Press.
Dadang, Abdulah Mubarok, et.al. (2024). Kesehatan Masyarakat. Adab. Indramayu.
Emalia, Imas. (2023). Kesehatan dan Lingkungan dalam Perspektif Sejarah: Perkembangan Baru Historiografi Indonesia. Jurnal Sejarah Indonesia. Vol. 6. No. 2. (2023). 105-120
Ferizal. (2022). Sejarah Lahirnya Puskesmas, ASN, BKN, Kementerian PANRB, KORPRI, KUA Dan Akreditasi Puskesmas. CV Jejak (Jejak Publisher). Sukabumi
Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah (Nugroho Notosusanto, Ed.; Mastuti, Trans.). Universitas Indonesia Press.
Hadikusumo, I. (1971). Plague in Central Java, Indonesia. WHO Chronicle, 25(3), 115–121. World Health Organization.
Hidayat, M. (2020). Pengembangan model peningkatan mutu berkelanjutan layanan kesehatan primer di Indonesia (Disertasi, Universitas Hasanuddin). Universitas Hasanuddin. Makassar
Hull, T. H., & Mosley, H. (2009). Demographic Transition and Family Planning in Indonesia. In G. Jones (Ed.), Fertility Decline in Asia. Routledge.
Indrawan, Aditya & Rojil Nugroho Bayu Aji. (2021). Pelayanan Kesehatan: Dinamika Penyelenggaraan Sarana Kesehatan di Kota Surabaya tahun 1924-1938. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah. Volume 11, No. 2.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). 100 Tahun Prof. Dr. G. A. Siwabessy. Kementerian Kesehatan RI
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar ilmu sejarah. Bentang Budaya. Sleman
Kurniawan, Rendy; Rahmawati Agustia. (2018). Transformasi lembaga medis di Hindia Belanda: potret sejarah kesehatan di Indonesia dalam perspektif politik (1850-1942). Historiography: Jurnal of Indonesian History and Education. Vol 1. No.3. hlm. 246-258.
Kusumaningrum, A. (2019). Program Pembangunan Orde baru. PT Maraga Borneo Tarigas. Singkawang
Leifer, M. (1983). Indonesia’s Foreign Policy. London: Allen & Unwin.
Mubarak, W. I., & Chayatin, N. (2009). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Salemba Medika. Jakarta.
Pollitzer, R. (1954). Plague. World Health Organization Monograph Series No. 22. WHO.
Rahmawati, R. (2022). Repelita : Sejarah Pembangunan Nasional Di Era Orde Baru. ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan Dan Kesejarahan, IX(2), 36–42.
Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
Robinson, W. C., & Ross, J. (2007). The Global Family Planning Revolution: Three Decades of Population Policies and Programs. The World Bank.
Sasongko, A. (1998). Pengembangan Posyandu dalam Program Kesehatan Nasional. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 3(2), 22–30.
Soerachman, R., Titaley, C. R., & Rukmini, M. (2013). Evaluasi Peran Posyandu dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak di Indonesia. Jakarta: Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI.
Suryadinata, L. (2015). Indonesia’s Population Policies and Programmes. ISEAS Publishing.
World Health Organization. (2008). Interregional meeting on prevention and control of plague. WHO Press.
Zubaidah, I., Pratiwi, R., & Fauzi, M. H. (2021). Diplomasi kesehatan: kerjasama indonesia dan amerika serikat dalam menangani wabah pes di boyolali 1968. Historiography, 1(3), 352–360. https://doi.org/10.17977/um081v1i32021p352-360













