Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Hipertermia Pada Anak Dengan Kejang Demam Di Bangsal Naim Rs Pku Muhammadiyah Gamping
Main Article Content
Nabilah Rahmadiah
Triani Rahmadewi
Latar Belakang: Kejang demam merupakan kondisi kejang yang diikuti demam dengan suhu lebih 38⁰C, disusul keadaan darurat lain yang terjadi pada anak, seperti sesak napas, suhu tubuh meningkat terus-menerus, dan cedera fisik. Kejang yang berlangsung dalam waktu lama (lebih dari 5 menit) dapat menimbulkan efek berbahaya karena kekurangan oksigen dapat merusak sel-sel otak Resti et al., (2020). Tujuan: Tujuan penulisan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan Kejang demam. Methode: Metode yang di gunakan adalah pendekatan studi kasus dilakukan secara holistik melalui pengkajian menyeluruh, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, evaluasi. Intervensi meliputi pemberian terapi kompres hangat. Hasil: Evaluasi dilakukan untuk mengkaji respon pasien sebelum dan setelah dilakukan intervensi sesuai dengan SDKI, SIKI dan SLKI kompres hangat serta meningkatkan kemampuan pasien dalam mendorong pemantauan suhu tubuh secara mandiri. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah Hipertermia, Nausea, Diare, dan Resiko jatuh, dengan prioritas diagnosa Hipertermia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi keperawatan untuk pasien anak dengan hipertermia disertai kejang demam menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang komprehensif dapat menurunkan suhu tubuh, mencegah kekambuhan kejang. Saran: Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien. Saran untuk perawat edukasi bagi pasien hipertermia agar perawat selalu mengoptimalkan pemantauan suhu tubuh dan edukasi keluarga untuk penanganan kejang demam di rumah. Namun, aspek-aspek seperti kekebalan pasien. Saran untuk RS agar penyediaan terapi farmakologis dan peningkatan dukungan dari perawatan keluarga yang mendukung psikologi pasien. Perawat dapat mengoptimalkan pemantauan suhu tubuh dan edukasi keluarga untuk penanganan awal kejang demam, RS agar mendukung upaya penanganan kejang demam dengan teknik farmakologis maupun non farmakologis. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan subyek penelitian lebih dari 1 pasien.
Anggraini, D., & Hasni, D. (2022). Kejang Demam. Scientific Journal, 1(4), 325–331. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i4.62
Anisa, K. (2019). Efektifitas Kompres Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada an.D Dengan Hipertermia. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan, 5(2), 122–127. https://doi.org/10.33485/jiik-wk.v5i2.112
Hafida, A. L. (2025). Jurnal Studi Keperawatan Kejang Demam Kompleks Pada Balita : Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan.
Irdawati. (2009). Kejang demam dan penatalaksanaannya. Berita Ilmu Keperawatan, 2 No.3(September), 143–146. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/2377/Kejang Demam Dan Penatalaksanaannya.pdf?sequence=1
Lestari, M., Ahmadi, & Kamaisya R, V. (2023). Penanganan Pasien Hipertermia Menggunakan Terapi Tepid Sponge: Laporan Kasus. Indonesian Health Science Journal, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.52298/ihsj.v3i1.33
Mardiana, W., Rahman, H. F., & Tauriana, S. (2024). Asuhan Keperawatan pada Klien H Dengan Hipertermi Studi Kasus Klien Dengue Hemorraghic Fever dengan Intervensi Tepid Sponge di Ruang Tulip RSUD Sidoarjo. Trilogi: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 5(1), 146–154. https://doi.org/10.33650/trilogi.v5i1.8163
Miranda, S., Adiwinoto, R. P., & Nugraheni, P. A. (2025). Defisiensi Mikronutrien Zinc sebagai Faktor Risiko Kejang Demam pada Anak di Asia : Sebuah Meta-Analisis Zinc Deficiency as a Risk Factor for Febrile Seizures in Asian Children : A Meta-Analysis. 13(2), 1–9.
Puspitasari, J. D., Nurhaeni, N., & Allenidekania, A. (2020). Edukasi Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan Kejang Demam Berulang. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 4(3), 124. https://doi.org/10.32419/jppni.v4i3.186
Sarifah, N. I., Murniati, & Dewi C, E. (2023). Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada An. A Dengan Demam Typhoid di Ruang Soka RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(9), 213–222. https://doi.org/10.5281/zenodo.10014750
Suryagustina, S., Prinawati, P., & Indrawan, I. (2022). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Keluarga dalam Penanganan Kejang Demam pada Anak: Literature Review. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(2), 52–62. https://doi.org/10.53770/amhj.v2i2.119
Syifa, N., & Amalia, D. (2025). Kejang Demam pada Anak. Galenical : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 4(2), 32–44. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v4i2.21384
Windawati, W., & Alfiyanti, D. (2020). Penurunan Hipertermia Pada Pasien Kejang Demam Menggunakan Kompres Hangat. Ners Muda, 1(1), 59. https://doi.org/10.26714/nm.v1i1.5499
World Health Organization (WHO). (2021). Childhood Seizures: Clinical Guidelines for Management. Geneva: WHO Press













