Metafora Religiusitas dalam Elemen Artistik Tari Pepe- Pepeka Ri Makka
Main Article Content
Andi Aryani
Selfa Afia
Sudarmawansyah Nurman
Penelitian ini bertujuan mengkaji religiusitas dalam pertunjukan Tari Pepe-Pepeka ri Makka melalui pembacaan mendalam terhadap elemen artistiknya, yaitu walasuji, api, rebana, dan syair. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memanfaatkan rekaman pertunjukan yang diunggah melalui kanal YouTube Armed TV Paropo sebagai sumber utama observasi, disertai kajian literatur mengenai sejarah Islamisasi Makassar, kosmologi Bugis-Makassar, serta teori estetika pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Pepe-Pepeka ri Makka tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi merupakan ruang simbolik yang mengintegrasikan nilai dakwah, narasi ketauhidan, dan praktik ritual masyarakat Makassar. Walasuji membentuk ruang sakral yang merepresentasikan kosmologi sulapa eppa; api berfungsi sebagai metafora cahaya Ilahi sekaligus simbol perlindungan spiritual; rebana menghadirkan dimensi musikal yang berkaitan erat dengan tradisi dakwah Islam; dan syair menjadi medium verbal yang menyampaikan pesan moral dan teologis. Penggunaan media digital terbukti efektif dalam mendokumentasikan pertunjukan, memungkinkan peneliti melakukan peninjauan ulang yang mendalam dan sistematis. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian seni tradisi di era digital memerlukan integrasi antara praktik budaya, teknologi, dan kajian akademik agar nilai-nilai religius serta estetika lokal tetap dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Asmar, A. (2018). Pesan dakwah dalam Tari “Pepe’-Pepeka ri Makka” pada masyarakat Kampung Paropo, Kota Makassar (Tesis Pascasarjana). Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.
Furidha, B. W. (2023). Comprehension of the descriptive qualitative research method: A critical assessment of the literature. Acitya Wisesa: Journal of Multidisciplinary Research, 2(4), 1–8. https://doi.org/10.56943/jmr.v2i4.443
Gani, I. A., Sriwulan, W., & Asril. (2019). Dekulturasi bentuk seni pertunjukan orkes gambus di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Seni Musik. Institut Seni Indonesia Padang Panjang. — (volume/nomor belum tersedia).
Hamid, A. (2022). Syair sebagai media spiritual dalam seni Melayu. Jurnal Ilmu Budaya, 10(3), 233–248.
Martarosa, I., Yakin, I., & Fernando, K. (2019). Kesenian Ronggeng Pasaman dalam perspektif kreativitas apropriasi musikal. MUDRA: Jurnal Seni Budaya, 34(3), — (data volume/halaman tidak tersedia pada sumber Anda).
Millatin, A. F. (2020). Karakteristik musik rebana Al-Istiqomah Kabupaten Kebumen. IMAJI, 18(1), 78–89. Pascasarjana U niversitas Negeri Yogyakarta.
Nurhadi, R. (2019). Musik iringan Tari Pepe-Pepeka ri Makka pada pertunjukan di Makassar Magic Dance (Skripsi). Program Studi Pendidikan Sendratasik, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar.
Novianto, W., Murtono, T., & Hudha, T. (2023). Pemasaran seni pertunjukan rakyat di Indonesia melalui platform digital Senipedia.com. Acintya, 14(2), 194–204. https://doi.org/10.33153/acy.v14i2.4575b
Pusaka Editorial Team. (2022). Storynomics tourism sebagai strategi dalam pengembangan Kampung Paropo sebagai wisata budaya. Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 4(1), 91–97. https://doi.org/10.33649/pusaka.v4i1.83
Syarif, A. Y., Harisah, A., & Mochsen, M. (2018). Sulapa Eppa as the basic or fundamental philosophy of traditional architecture Buginese. SHS Web of Conferences, 41. Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia.
Syarif. (2020). Konstruksi nilai-nilai kearifan lokal arsitektur tradisional Bugis Soppeng (Disertasi Doktor). Program Doktor Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Syamsuddin, A. (2020). Identitas budaya dan keberanian kolektif dalam seni tradisi Makassar. Jurnal Humaniora, 12(1), 45–56.













