Meningkatkan Work Engagement: Strategi Praktis untuk Membangun Tim Bersemangat dan Produktif di lingkup BPSDM
Main Article Content
Andi Nasrawati Hamid
Salsabila Putri Beninda
Rezky Rahmadani
Muh. Khairal Zadly
Tingkat Work Engagement yang ditandai oleh Vigor, Dedication, dan Absorption, merupakan kondisi psikologis positif yang penting bagi efektivitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan asesmen kebutuhan awal yang mengidentifikasi tantangan dalam mempertahankan motivasi dan antusiasme kerja di lingkungan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi psikoedukasi. Solusi yang diberikan adalah webinar bertema "Meningkatkan Work Engagement: Strategi Praktis untuk Membangun Tim Bersemangat dan Produktif," yang materinya berfokus pada kerangka Job Demands-Resources. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pretest-posttest pada 29 peserta ($N=29$), di mana 75,86% adalah perempuan. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (Asymp. Sig. = 0.038), mengonfirmasi bahwa intervensi psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, 100% responden evaluasi menyatakan Paham hingga Sangat Paham, dengan 94,5% menilai materi aplikatif. Disimpulkan, webinar psikoedukasi ini merupakan intervensi yang layak dan terbukti berhasil meningkatkan pemahaman mengenai Work Engagement di BPSDM.
Anisa, S., Dewinda, H. R., & Khairiyah, U. (2023). The Relationship Between Resilience and Work Engagement in Dukcapil Employees in The City of Padang Panjang. 5(1), 24–30.
Bakker, A. B. (2011). An Evidence-Based Model of Work Engagement. Current Directions in Psychological Science, 20(4), 265-269. https://doi.org/10.1177/0963721411414534
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2008). Towards a model of work engagement. The Career Development International, 13(3), 209–223. https://doi.org/10.1108/13620430810870476
Bakker, A. B., Demerouti, E., & Verbeke, W. (2004). Using the Job Demands-Resources Model To Predict Burnout and Performance. Human Resource Management, 43(1), 83–104. https://doi.org/10.1002/hrm.20004
Banuwa, A. K., & Susanti, A. N. (2021). Analisis Kebutuhan Pelatihan Pegawai Kantor Perwakilan Bkkbn Provinsi Lampung. Jurnal Psikologi Malahayati, 3(2), 83-94.
Barat, K. (2018). Peran kebersyukuran terhadap work engagement pada pegawai aparatur sipil negara (asn) di kabupaten sintang provinsi kalimantan barat.
Hafiz, M., & Kurniawan, I. N. (2019). Peran kebersyukuran terhadap work engagement pada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 11(2), 1–9.
Kim, W., & Park, J. (2017). Examining structural relationships between work engagement, organizational procedural justice, knowledge sharing, and innovative work behavior for sustainable organizations. Sustainability (Switzerland), 9(2). https://doi.org/10.3390/su9020205
Lisbona, A., Palaci, F., Salanova, M., & Frese, M. (2018). The effects of work engagement and self-efficacy on personal initiative and performance. Psicothema, 30(1), 89–96. https://doi.org/10.7334/psicothema2016.245
Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology. Encyclopedia of Mental Health: Second Edition, 397–422.
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145-151.
Pephayosa, N. (2022). Hubungan antara Job insecurity dengan Work Engagement pada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karo (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).
Pertiwi, N. I., Harding, D., & Yanuarti, N. (2021). Pengaruh quality of work life terhadap work engagement pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum menikah. Psikovidya, 25(1), 52-62.
Perwira, L. T., Aulia, A., & Jocom, C. O. (2021). Are Love of Work, Perceived Organizational Support, and Psychological Well-Being Predictors of Work Engagement? Journal of Educational, Health and Community Psychology, 10(4), 673. https://doi.org/10.12928/jehcp.v10i4.20789
Prasetyo, R. B., Herachwati, N., & Pramesti, G. A. (2023). Peran Mediasi Employee Silence dalam Hubungan Antara Perceived Organizational Politics dan Work Engagement. 12(2), 115–126.
Prasetyo, Y., & Farhanindya, H. H. (2021). Resiliensi dengan work engagement pada karyawan lapangan. CERMIN: Jurnal Penelitian, 5(2), 350-361.
Sitorus, H., & Primanita, R. Y. (2024). Hubungan Antara Employee Well-Being dengan Work Engagement Pada Pegawai Pemerintahan. 4, 9214–9224.
Wang C, Chen H (2020), "Relationships among workplace incivility, work engagement and job performance". Journal of Hospitality and Tourism Insights, Vol. 3 No. 4 pp. 415–429, doi: https://doi.org/10.1108/JHTI-09-2019-0105
Xanthopoulou, D., Bakker, A. B., Demerouti, E., & Schaufeli, W. B. (2007). The role of personal resources in the job demands-resources model. International Journal of Stress Management, 14(2), 121–141. https://doi.org/10.1037/1072-5245.14.2.121













