Perancangan Media Informasi Tentang Cerita Rakyat Bujang Kurap
Main Article Content
Nadiyah Farhah Hera
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuka akses luas terhadap pengetahuan dan hiburan, namun di sisi lain juga menyebabkan pelestarian budaya menjadi terpinggirkan, termasuk cerita rakyat. Cerita rakyat “Bujang Kurap” dari Lubuklinggau merupakan salah satu warisan budaya yang mulai ditinggalkan dan kurang dikenal oleh generasi muda. Oleh karena itu, dibutuhkan media kreatif sebagai sarana pengenalan dan pelestarian budaya lokal tersebut. Perancangan ini bertujuan untuk memperkenalkan cerita rakyat Bujang Kurap, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui media edukatif berupa buku ilustrasi berjudul Embun Semibar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pendekatan 5W+1H diterapkan untuk merancang media yang efektif dan menarik. Hasil dari perancangan ini berupa buku ilistrasi sebagai media utama dari cerita rakyat serta media pendukung lainnya seperti poster sebagai media informasi dari buku ilustrasi cerita, X-banner dan marchandise sebagai media promosi dan penyebaran infomasi mengenai buku ilustrasi dan cerita rakyat Bujang Kurap.
Firduansyah D & Lontoh W. (Desember 2022). “Analisis nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat “bujang kurap” dengan menggunakan pendekatan semiotika”, Volume 5, 366-368. Diunduh pada 11 september 2024. Pada website https://doi.org/10.31539/kaganga.v5i2.5016
Fahroni, A. 2019 . Peran Budaya Dalam Membangun Pendidikan Karakter. Diunduh pada 11 September 2024
Fadila ,A, dkk. 2023. Pengertian Media, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Urgensi Media Pembelajaran. Diunduh pada 11 September 2024
Husna, A. (2019). “Perancangan ilustrasi cerita rakyat anggun nan tongga melalui media e-book”, Volume 8. diunduh pada tanggal 1 Novemberr 2023
Hasanadi. (2017). Provinsi Sumatera Selatan Local Wisdom Of Lubuklinggau Folklore. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 3(2), 824– 847.
Hikmah, E. 2017. Makna Simbol dalam Aesan Gede dan Pak Sangkong Pakaian Adat Pernikahan Palembang. Diakases pada hal. https://www.researchgate.net/publication/319600273_Makna_Simbol_dalam_Aesan_Gede_dan_Pak_Sangkong_Pakaian_Adat_Pernikahan_Palembang
Ikawira, Y,E. 2014. Penciptaan Buku Ilustrasi Lagenda Reong Diponogoro Sebagai Upaya Pengenalan Budaya Lokal Kepada Anak. Diunduh pada 8 agustus 2024 Kemendikbud. 2011. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5. Kemendikbud. Di unduh pada 22 Juli 2025.
Novita, S. & Anggapuspa, M. 2021. Perancangan Buku Ilustrasimakanan Tradisional Khas Kota Surabaya untuk Anak Usia 9-12 Tahun. Diunduh pada 8 agustus 2024
Nurfala, Y. 2016. Urgensi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter.Diunduh pada tanggal 11 September 2024
Rustan, Surianto. (2009). Layout Dasar Dan Penerapannya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rustan,Surianto.2011.Huruf Font Tipografi.Jakarta: Gramedia.PustakaUtama.
Ravico, Mei Upita Sari, 2016. Menggali Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kota Lubuklinggau melalui Cerita Rakyat “Bujang Kurap”. Jurnal Criketra, Volume 5, Nomor 10. Diunduh tanggal 16 november 2023
Syam samsudin, 2012. Bujang Kurap. Lubuklinggau.bennyinstitute.Cetakan 2
Tinarbuko, S. 2004. Semiotika Analisis Tanda Pada Karya Desain Komunikasi Visual. Diunduh pada tanggal 16 November 2023 pada hal. https://ojs.petra.ac.id/ojsnew/index.php/dkv/article/view/16093
Wojirsch. (1995). Pengertian Ilustrasi. Diunduh pada 19 Novermber 2023. [Online]. Di http://www.ejurnal.com/2013/04/pengertian-ilustrasi.html.
Witabora, J. (2012). Peran dan perkembangan ilustrasi. Humaniora, 3(2), 659-667. Diunduh pada tanggal 16 juni 2024
Kusrianto, Adi. (2009). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Press Martono N. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta:Grafindo pustaka.













