Perancangan Media Informasi Sejarah Dan Tradisi Malamang Di Kabupaten Padang Pariaman
Main Article Content
Andre Firmansyah
Yoni Sudiani
Tradisi malamang di Kabupaten Padang Pariaman memiliki nilai historis dan kultural yang penting. Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh syekh Burhanuddin pada abad ke-17 Masehi dalam upaya memperkenalkan makanan yang halal dikonsumsi menurut ajaran Agama Islam. Tradisi malmang kemudian berkembang dan telah menjadi bagian integral masyarakat Padang Pariaman hingga sekarang. Dewasa ini tradisi malamang mulai kurang dikenal di kalangan generasi penerus bahkan eksistensinya di masyarkat pun sudah mulai menurun. Oleh karena itu dilakukan “Perancangan Media Informasi Sejarah dan Tradisi Malamang” untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi malamang sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Padang Pariaman kepada generasi muda, khususnya remaja. Metode pengumpulan data dalam perancangan ini meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan pembagian kuesioner. Sedangkan metode analisi data dalam perancangan ini menggunakan analisis AIDA. Media informasi ini dirancang dalam bentuk cetak dan digital agar dapat menjangkau khalayak lebih luas, baik lokal maupun luar daerah. Hasil dari perancangan ini meliputi motion graphic, buku ilustrasi, poster, x-banner, t-shirt, gantungan kunci, dan stiker
Poetra, Y.A., Arif, E. & Arifin, Z. 2018. Upaya Pemerintah Dalam Mengkomunikasikan Tradisi Malamang Menjadi Objek Pariwisata Budaya Di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Pustaka Budaya, 5(2), 45.
Poetra, Y.A. 2021. Tradisi Malamang Sebagai Media Komunikasi Masyarakat Padang Pariaman. Jurnal Scientia.
Refisrul. 2017. Lamang dan Tradisi Malamang Pada Masyarakat Minangkabau. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 3(2), 773.
Samad, H.D. 2002. Syekh Burhanuddin Dan Islamisasi Minangkabau. Jakarta: The Minangkabau Foundation
Sjarifoedin, A. 2014. Minangkabau: Dari Dinasti Iskandar Zulkarnain Sampai Imam Bonjol. Jakarta Timur: PT Gria Media Prima













