Studi Kasus : Efektivitas Teknik Batuk Efektif Pada Ny. P Dengan Pneumonia Kronis Di RS. Pku Muhammadiyah Yogyakarta
Main Article Content
Nida Zharifatun Azzahra
Pneumonia merupakan infeksi akut pada saluran pernapasan yang berdampak negatif terhadap paru-paru, disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, maupun jamur. Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering dijumpai pada pasien dengan pneumonia kronis, ditandai dengan akumulasi sekret, batuk tidak produktif, dan gangguan ventilasi. Intervensi non-farmakologis berupa teknik batuk efektif dinilai mampu membantu meningkatkan pengeluaran sekret dan memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan teknik ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh implementasi teknik batuk efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien pneumonia kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada Ny. P, perempuan usia 74 tahun, dengan diagnosis dispnea suspected Community Acquired Pneumonia (CAP) disertai Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi teknik batuk efektif dilakukan selama tiga hari berturut-turut (3–5 Desember 2024) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran tanda vital pasien. Hasil penelitian ini dibuktikan pada hari pertama, pasien belum mampu melakukan batuk efektif dengan benar; RR 24x/menit, SpO₂ 98%. Pada hari kedua, pasien mulai mengeluarkan sekret; RR 22x/menit, SpO₂ 99%. Pada hari ketiga, pasien mampu melakukan teknik secara mandiri; RR 21x/menit, SpO₂ tetap 99%. Kesimpulan penelitian ini yaitu teknik batuk efektif terbukti meningkatkan eliminasi sekret dan memperbaiki bersihan jalan napas pada pasien pneumonia kronis. Intervensi ini dapat diterapkan secara rutin sebagai bagian dari praktik keperawatan respirasi, terutama pada pasien lanjut usia.
Agustina, D., Pramudianto, A., & Novitasari, D. (2022). Implementasi Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia dengan Masalah Gangguan Oksigenasi. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 2(1), 30–35. https://doi.org/10.36086/jkm.v2i1.1153
Anita, D. C., & Kardi. (2021). Faktor Yang Berkontribusi Pada Kejadian Pneumonia Nosokomial. The 13th University Research Colloqium 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten, 864–871.
Dersi R. Sinaga, Edi Sulistiono, & Etika Dewi C. (2022). Latihan Batuk Efektif Dalam Asuhan Keperawatan Anak Tentang Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Pneumonia Di Ruang Firdaus Rsi Banjarnegara. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(11), 2771–2776. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2859
Herlambang, R., Naufal, A. F., Utami, M. N., & History, A. (2025). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PNEUMONIA BILATERAL DI RSUD. 4(1), 2–7.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pneumonia. Kementerian Kesehatan RI, 1–85.
Palupi, R., Kameliawati, F., Hidayah, A. Q., Ikhsan, M., & Umami, R. (2023). Implementasi terapi non farmakologi dengan masalah pneumonia. Penerbit Nem.
Pohan, K., Imayani, S., Anisya, N., III Keperawatan, D., & Keperawatan Yappkes Aceh Singkil, A. (2024). Efektivitas Latihan Batuk Efektif Terhadap Peningkatan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Pneumonia. 3.
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). (2016). Standar praktik keperawatan: Manajemen pasien dengan gangguan pernapasan. Jakarta: PPNI.
Rullian, H. P., Medison, I., Mizarti, D., & Wahyu F, D. (2024). Community Acquired Pneumonia pada Lansia. Jurnal Syntax Admiration, 5(5), 1427–1437. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i5.1125
Safitri, R. W., & Suryani, R. L. (2022). Batuk Efektif Untuk Mengurangi Sesak Nafas Dan Sekret Pada Anak Dengan Diagnosa Bronkopneumonia. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(4), 5751–5756.
Selvany, Kusumajaya, H., & Ardiansyah. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia. Altra: Jurnal Keperawatan Holistik (AJKH), 1(1), 46–54.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar dokumentasi keperawatan: Modul pneumonia. Jakarta: PPNI.
Victor, H. H., Wahyudi, E. R., Rumende, C. M., Soejono, C. H., Rooshoeroe, A. G., Shatri, H., Nainggolan, L., & Irawan, C. (2023). Penilaian Domain Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) sebagai Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Pneumonia Nosokomial pada Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.7454/jpdi.v10i1.1293
Widyati, W., Suryajaya, I. W., Dilaga, A. A., Hasanah, N., Simorangkir, R., & Hidayaturahmah, R. (2021). Therapeutic Response of Community Acquired Pneumonia in Geriatrics: A Case Series from Intensive Care Unit. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 10(3), 209–216. https://doi.org/10.15416/ijcp.2021.10.3.209
Wijaya, A. M., Herawati, F., & Yulia, R. (2021). Kajian Literatur: Efektivitas Antibiotik Golongan Beta-Laktam pada Pasien Lansia dengan Pneumonia Komunitas. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 8(2), 80. https://doi.org/10.25077/jsfk.8.2.80-92.2021













