Transformasi Hakikat Dakwah: Dari Komunitas Tradisional ke Masyarakat Multikultural
Main Article Content
Nur Arifah Alfiyatul
Sofiatun Naqmal
Bintang Mahesa Jenar
Ali Hasan Sswanto
Transformasi sosial yang terjadi akibat urbanisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah lanskap masyarakat dari komunitas tradisional yang homogen menjadi masyarakat multikultural yang kompleks. Perubahan ini menuntut reinterpretasi terhadap hakikat dakwah Islam, yang semula dipraktikkan secara sederhana dalam konteks lokal-komunal pedesaan, menuju pendekatan yang lebih adaptif dan dialogis dalam konteks perkotaan yang pluralistik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana hakikat dakwah berubah dalam menghadapi dinamika masyarakat multikultural, dan sejauh mana pendekatan dakwah tradisional masih relevan di era modern? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus pada dua wilayah: satu desa agraris di Jawa Tengah dan satu kawasan urban di Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta analisis dokumen keislaman lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah di pedesaan masih berorientasi pada pewarisan nilai-nilai tradisional dan berlangsung secara interpersonal, sedangkan di perkotaan terjadi pergeseran dakwah menjadi lebih fungsional, berbasis media digital, dan sering kali bersifat segmentatif. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran konseptual mengenai model dakwah transformatif yang mampu menjembatani pendekatan tradisional dan kontemporer, serta memberikan kerangka kerja baru bagi pengembangan strategi dakwah kontekstual di masyarakat multikultural.
Asna Marwantika. (2020). Segmentasi mad’u dalam dakwah digital. Jurnal Dakwah Kontemporer, 14(2), 88–101.
Asna Marwantika. (2021). Kontekstualitas dakwah di era digital: Segmentasi audiens dan efektivitas pesan. Jurnal Komunikasi Islam, 9(1), 54–69.
Budiantoro, A., & Saputri, R. (2021). Dakwah digital multikultural: Perspektif humanisme Qur’ani. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 23(3), 112–125.
Elmiyanti. (2022). Internalisasi nilai dakwah dalam ritual adat Kanduhai Sko di Desa Sungai Deras. Jurnal Sosiologi Agama, 18(1), 43–58.
Gunawan, A., Rahmah, I., & Subarkah, H. (2023). Interdisipliner dakwah digital: Kolaborasi antara agama, teknologi, dan komunikasi. Jurnal Transformasi Dakwah, 11(2), 77–94.
Kompasiana. (2025). Hoaks dan radikalisme dalam konten dakwah digital. Diakses dari https://www.kompasiana.com
Lestari, H. (2021). Dakwah dan algoritma: Menjembatani komunikasi agama di era digital. Jurnal Media Dakwah, 16(2), 122–137.
Lestari, H. (2023). Estetika pop dalam dakwah media sosial: Studi visual dan naratif. Jurnal Ilmu Komunikasi Islam, 5(1), 45–61.
Murtaza, A. (2021). Ritual adat dan dakwah di Aceh: Studi pada praktik Peusijuek dan Moelod. Jurnal Budaya dan Agama, 9(1), 91–105.
Ningsih, R., dkk. (2021). Mappaccing sebagai medium dakwah kultural di Balong, Bulukumba. Jurnal Dakwah Lokal, 7(1), 31–46.
Nitah, F. (2024). Media sosial dan narasi keislaman: Perubahan pola dakwah di era visual. Jurnal Komunikasi Digital Islam, 6(1), 17–34.
Pascasarjana IAIN Metro. (2023). Metode dakwah kontekstual di komunitas pedesaan Lampung. Laporan Penelitian, IAIN Metro.
Prianto, A. (2022). Otoritas dan viralitas: Studi tentang dakwah digital urban. Jurnal Komunikasi Islam Modern, 10(2), 74–88.
Prianto, A. (2023). Toleransi dan dakwah multikultural: Pendekatan Qur’ani dalam komunikasi lintas budaya. Jurnal Dakwah dan Multikulturalisme, 4(1), 56–70.
Ramadhan, R. (2024). Gamefikasi dalam dakwah: Studi penggunaan elemen interaktif pada media Islam. Jurnal Teknologi Dakwah, 3(1), 22–40.
Rosi, T., & Rahman, M. (2023). Storytelling dakwah di media sosial: Narasi urban dan pengaruhnya terhadap solidaritas sosial. Jurnal Narasi Digital Islam, 2(2), 100–118.
UIA. (2023). Platform digital dan kreativitas dakwah generasi Z. Jurnal Penelitian Komunikasi Islam, 8(1), 66–81.
UIN Antasari, UIN Saizu, UIN Syahada, & UNSIQ. (2021–2024). Artikel-artikel terkait strategi dan tantangan dakwah di era digital.













