Strategi Perencanaan Usaha Pabrik Air untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Pesantren; Study Kasus PP Syalafiyah Syafi'iyah Sukorejo
Main Article Content
Muhammad Delvino Wardiyanto
Miftahul Adifah
Afifa Syeda Wingga
Siti Naylatur Rohmah
Vania Meilani Putri
ekonomi merupakan aspek krusial dalam pengembangan pesantren modern agar tidak terus-menerus bergantung pada bantuan eksternal. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, sebagai salah satu pesantren terbesar di Indonesia, memiliki potensi besar dalam pengembangan unit usaha berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perencanaan usaha pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai bagian dari upaya institusionalisasi ekonomi pesantren yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, pengurus koperasi, tenaga ahli pengelolaan air, serta observasi langsung dan dokumentasi kegiatan ekonomi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki sumber daya air yang memadai secara kualitas dan kuantitas, jaringan distribusi internal yang luas melalui unit-unit pendidikan, serta SDM internal (santri dan alumni) yang siap dilibatkan dalam operasional. Strategi perencanaan usaha mengacu pada analisis SWOT, dengan kekuatan utama pada basis sosial yang kuat dan infrastruktur internal, serta peluang pasar dari masyarakat sekitar dan jaringan alumni. Salah satu strategi kunci adalah pemanfaatan skema wakaf produktif dan dukungan koperasi pesantren sebagai badan usaha utama. Selain itu, perencanaan teknis seperti legalitas, standar kualitas produksi, serta strategi branding berbasis nilai keislaman juga diidentifikasi sebagai faktor keberhasilan. Usaha ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan institusi sebesar 15-25% per tahun, sekaligus menjadi laboratorium bisnis bagi santri. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi antara aspek bisnis dan pendidikan dalam desain unit usaha pesantren agar tercipta model ekonomi Islam berbasis komunitas yang berdaya saing tinggi. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pada perumusan strategi spesifik yang dapat direplikasi oleh pesantren lain yang memiliki kondisi serupa.
Fauzi, M. (2021). Kewirausahaan santri dan kemandirian pesantren. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Islam, 6(2), 112–125.
Firmansyah, D. (2023). SantriPreneur: Transformasi pendidikan dan kewirausahaan di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 29–40.
Hakim, L., Nurkholis, M., & Syifa, N. (2021). Evaluasi strategi bisnis pesantren berbasis wakaf produktif. Jurnal Ekonomi Islam Kontemporer, 4(3), 102–118.
Kusumawati, R., & Ramadhan, F. (2022). Strategi branding produk halal oleh lembaga pendidikan Islam. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 11(1), 55–67.
Lestari, H. (2021). Analisis keberhasilan usaha AMDK pesantren Sidogiri. Jurnal Manajemen Bisnis Islam, 9(1), 23–34.
Mukhlis, A. (2023). Potensi produk air minum dalam kemasan berbasis pesantren. Jurnal Manajemen Usaha Pesantren, 7(1), 33–45.
Mulyadi, R. (2023). Pemetaan strategis ekonomi pesantren berbasis sumber daya alam. Jurnal Strategi dan Kebijakan Ekonomi, 12(1), 61–75.
Nuraini, R. (2022). Analisis SWOT usaha air minum kemasan pada lembaga pendidikan Islam. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, 7(2), 47–59.
Rohman, I. (2020). Efektivitas unit usaha pesantren dalam menopang operasional lembaga pendidikan Islam. Jurnal Keuangan Islam, 8(3), 77–89.
Santosa, A. (2020). Koperasi pesantren dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 8(2), 90–101.
Sutrisno, M. (2021). Model kemandirian ekonomi pesantren di era digital. Jurnal Ekonomi Syariah, 13(2), 120–134.
Zahro, N. (2020). Faktor penyebab kegagalan unit usaha di pesantren. Jurnal Ekonomi Umat, 5(1), 88–97.
Zainal, A. (2021). Wakaf produktif sebagai sumber pembiayaan unit usaha pesantren. Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 6(1), 20–30.













