Kontribusi Ilmu Mantiq Dalam Membedah Kekeliruan Berfikir (Fallcay) Di Media Sosial
Main Article Content
Maria Ulfah
Elma
Sucitra Nur Safitri
Nurul Wardatul Jannah
Dalam era digital yang dipenuhi arus informasi cepat dan tidak terverifikasi, kekeliruan berpikir (fallacy) menjadi fenomena umum dalam komunikasi media sosial. Opini kerap disampaikan tanpa landasan logika yang sahih, baik secara sadar maupun tidak. Kajian ini mengulas kontribusi ilmu mantiq dalam mengidentifikasi dan menganalisis berbagai jenis fallacy yang lazim ditemukan di media sosial, seperti ad hominem, straw man, false dilemma, dan lainnya. Melalui pendekatan studi pustaka, fokus diarahkan pada prinsip dasar mantiq—tasawwur, tasdiq, dan qiyas—sebagai alat untuk mengevaluasi validitas argumen digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa ilmu mantiq memiliki relevansi yang tinggi dalam membentuk pola pikir kritis dan rasional di tengah masyarakat digital. Penerapannya berperan penting dalam meningkatkan kualitas wacana publik dan menangkal penyebaran argumen menyesatkan secara daring.
Hidayat, A. R. (2018). Filsafat Berpikir Teknik Teknik Berpikir Logis Kontra Kesesatan Berpikir. Duta Media Publishing.
Indah, A. V. (2023). LOGIKA ARISTOTELES : Perkembangan Logika dan Sesat Berpikir. 17(2).
Machendrawaty, N. (2019). Ilmu Mantik Pintu Utama Berpikir Logis. CV. Mimbar Pustaka.
Nawawi. (2023). Ilmu Mantiq Sebuah Metode Berpikir Logis (PT Literas).
Rohmadi, Y., & Irmawati, W. (2020). Dasar-dasar Logika. EFUDEPRESS.













