Pengembangan Media Spinner Untuk Meningkatkan Literasi Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD
Main Article Content
Declara Puspameta Susilo
Dinda Enjelika
Intan Mistiyani
Studi ini difokuskan pada pengembangan alat bantu pembelajaran berbentuk roda putar (Spinning Wheel) untuk memperkuat kemampuan literasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat kelas V Sekolah Dasar. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah lemahnya daya serap siswa terhadap konsep-konsep fundamental Pancasila yang disebabkan oleh pendekatan pengajaran tradisional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan kerangka kerja ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Populasi penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V dari SDN 26 Way Lima. Alat pengumpulan data meliputi formulir penilaian pakar, kuesioner tanggapan peserta didik, dan instrumen evaluasi literasi nilai-nilai Pancasila. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa alat pembelajaran roda putar yang dirancang memperoleh penilaian kelayakan yang sangat baik dari validator media pembelajaran (88%) dan validator konten materi (92%). Penerapan media roda putar terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan literasi Pancasila siswa, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata dari 68,5 pada tahap awal menjadi 85,2 pada tahap akhir, menunjukkan peningkatan sebesar 24,4%. Tanggapan siswa terhadap inovasi pembelajaran ini sangat positif dengan tingkat kepuasan mencapai 89,3%. Media roda putar dapat dijadikan solusi kreatif dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif meningkatkan literasi siswa melalui metode pembelajaran yang partisipatif dan menggembirakan.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2020). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Branch, R. M. (2019). Instructional design: The ADDIE approach. New York: Springer.
Daryanto. (2018). Media pembelajaran: Peranannya sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Depdiknas. (2023). Kurikulum Merdeka: Panduan pembelajaran Pendidikan Pancasila SD. Jakarta: Kemendikbud.
Hamalik, O. (2021). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2020). Media pembelajaran: Manual dan digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Mulyasa, E. (2022). Pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013.
Rusman. (2021). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2020). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud & PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, W. (2019). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sari, D. P., & Permana, A. H. (2022). Analisis pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar: Tantangan dan solusi. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 145–158.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2021). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Trianto. (2020). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Warsita, B. (2018). Teknologi pembelajaran: Landasan dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Wina, S. (2021). Kurikulum dan pembelajaran: Teori dan praktik pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.













