Penerapan Model Role Playing untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai - Nilai Pancasila Pada Siswa SD
Main Article Content
Valen Pratama
Danang Kurniawan
Dina Rhoudhoutul Jannah
Memahami siswa sekolah dasar tentang nilai pancasilla masih relatif rendah, terutama ketika menghubungkan nilai -nilai ini dengan kehidupan sehari - hari. Ini adalah tantangan bagi upaya menanam karakter di masa muda mereka. Untuk mengatasi masalah ini, model pembelajaran role playing atau bermain peran digunakan. Model ini dapat memberikan pengalaman belajar langsung melalui kegiatan yang berperan dalam mencerminkan nilai -nilai Pancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana penggunaan model role playing atau bermain peran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumen. Hasil awal menunjukkan bahwa model bermain peran dapat meningkatkan partisipasi siswa, empati dan pemahaman nilai-nilai seperti kerja sama timbal balik, tanggung jawab, dan toleransi. Oleh karena itu, bermain peran adalah salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengomunikasikan nilai Pankasila di tingkat sekolah dasar.
[1] “433.+Moh.+Syamil”.
[2] E. Nanda Banowati and W. S. Rondli, “Analisis Implementasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Upaya Meningkatkan Karakter Siswa Kelas V di SD 3 Tenggeles,” 2024. [Online]. Available: https://jurnal.pcmkramatjati.or.id/index.php/JIPMUKJT/index
[3] N. Kadek Mariana and I. Putu Gede Asnawa Dikta, “PENERAPAN METODE ROLE-PAYING PADA MATA PELAJARAN PKN DI SD NEGERI 1 NONGAN,” vol. 5, no. 2.
[4] Kesy Aksara and Lutfi, “Penerapan Model Role Playing dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1.2 SD Dharma Karya UT,” 2024.
[5] E. Yulianti, V. Irawan, and S. Yapis Dompu, “Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Dongeng Digital Berbasis Project Based Learning pada Siswa Sekolah Dasar,” 2025.
[6] Afri Naldi, Reval Oktaviandry, and Gusmaneli Gusmaneli, “Model Pembelajaran Role Playing dalam Meningkatkan Fokus Peserta Didik,” Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, vol. 2, no. 2, pp. 133–140, Apr. 2024, doi: 10.55606/jubpi.v2i2.2938.
[7] S. I. Hamid, D. A. Dewi, A. R. Nugraha, W. R. Jaelani, and Y. Vichaully, “Implementasi Nilai Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Model Pembelajaran Role Playing di Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 6, pp. 5731–5738, Nov. 2021, doi: 10.31004/basicedu.v5i6.1602.
[8] U. Martayadi and M. Marzuki, “Keefektifan metode role playing untuk penanaman nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan,” Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, vol. 6, no. 1, pp. 13–21, Feb. 2019, doi: 10.21831/hsjpi.v6i1.6897.
[9] S. Purwani et al., “PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR.”
[10] T. H. Nurgiansah, H. Hendri, and C. M. Khoerudin, “Role Playing dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan,” Jurnal Kewarganegaraan, vol. 18, no. 1, p. 56, Mar. 2021, doi: 10.24114/jk.v18i1.22597.
[11] S. Holifah, M. Dasuki, S. N. Sa’idah, and R. Husni, “Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Penerapan Model Pembelajaran Role playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,” 2025. [Online]. Available: https://jptpd.uinkhas.ac.id/
[12] ) Harma, ) Sukri Badaruddin, ) Sekolah, and T. Agama, “Efektivitas Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam The Effectiveness of the Role-Playing Method in Enhancing Students’ Interest in the Islamic Cultural History Subject.”













