Pengembangan Media Diorama Interaktif Untuk Mengenalkan Keberagaman Tempat Ibadah Di Indonesia Pada Siswa Sekolah Dasar
Main Article Content
Muhammad Adnand Hariri
Adinda Selvien Prasetya Wibowo
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran diorama interaktif sebagai sarana untuk mengenalkan keberagaman tempat ibadah di Indonesia kepada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman siswa terhadap bentuk dan fungsi tempat ibadah lintas agama akibat keterbatasan media pembelajaran yang konkret dan interaktif. Pengembangan media dilakukan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dan menghasilkan diorama tiga dimensi yang menampilkan lima tempat ibadah utama (masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng) lengkap dengan label, simbol, serta integrasi teknologi melalui QR code yang mengakses konten audio-visual edukatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa media ini memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan belajar, memperkuat pemahaman siswa terhadap materi keberagaman agama, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti toleransi dan saling menghargai. Temuan ini menunjukkan bahwa media diorama interaktif dapat menjadi alternatif pembelajaran tematik yang efektif, kontekstual, dan mendukung pendidikan multikultural di tingkat sekolah dasar.
Dewi, R. S., & Yulianti, E. R. (2023). Multicultural values in English material for Islamic university students. UIN Jakarta Press.https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/69806/1/Buku%20Multicultural%20Values%20in%20English%20Material.pdf
Jinatan, A. (2023). Pendidikan multikultural dan media pembelajaran interaktif: Teori dan praktik. Bandung: Pustaka Edukasi Nusantara.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). (2020). Profil pelajar Pancasila: Penguatan karakter dalam kurikulum. Jakarta: Kemdikbud.
Rahayu, N. A., & Srijani, N. (2024). Penggunaan media diorama untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi simbol keberagaman agama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 78–85. http://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/15569
Riski, F. D. (2024). Pengembangan media handout bilingual berbasis Anyflip pada pembelajaran seni budaya kelas IV SD. Repository Raden Intan Lampung. https://repository.radenintan.ac.id/32161/
Rusdi, A., Fitriani, A., & Hamzah, A. (2022). Development of diorama media on cultural diversity materials in Islamic elementary school. Al-Mudarris: Journal of Islamic Education, 5(2), 101–110. https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/al-mudarris/article/view/695
Sari, R. P., & Nugroho, B. S. (2021). Media pembelajaran berbasis budaya lokal dalam menumbuhkan toleransi. Jurnal Pendidikan Multikultural, 8(1), 34–40. https://doi.org/10.21009/jpm.081.05
Susilawati, E. (2024). Kearifan lokal dan media pembelajaran multikultural. Dalam Kearifan Lokal Pancasila, Sejarah dan Budaya Bangsa (hlm. 32–40). ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/381047341_Kearifan_Lokal_Pancasila_Sejarah_dan_Budaya_Bangsa
Suhra, S. (2019). Media pembelajaran berbasis budaya lokal dalam pembelajaran multikultural siswa SD. Jurnal Al-Qayyimah, 2(1), 20–30. https://www.jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/alqayyimah/article/download/606/464
Utami, A. P., & Wulandari, R. (2020). Implementasi media diorama dalam pembelajaran IPS SD. Jurnal Basicedu, 4(2), 410–416. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i2.381
Wahidar, N. (2018). Pengembangan media diorama 3 dimensi tema peduli makhluk hidup. Skripsi Universitas Islam Negeri Malang. http://etheses.uin-malang.ac.id/12915/
Zuchdi, D. (2020). Pendidikan karakter untuk membangun masyarakat madani. Yogyakarta: UNY Press.













