Perspektif Mahasiswa Terhadap Senioritas Sebagai Tradisi Di Lingkungan Kampus
Main Article Content
Humaira Carakayumna
Fenomena yang diangkat dalam penelitian ini adalah senioritas sebagai tradisi di lingkungan kampus dan bagaimana tindak lanjut yang semestinya dilakukan agar tradisi ini dapat berhenti di turun temurunkan. Akan tetapi, perspektif mahasiswa terhadap praktik senioritas ternyata bervariasi berbasis dari pengalaman, budaya organisasi di lingkungan kampus dan interaksi sehari hari yang dilestarikan antara senior terhadap junior. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali lebih dalam perspektif mahasiswa terhadap senioritas sebagai tradisi di dalam lingkungan kampus dan bertujuan untuk mengetahui dampaknya terhadap kehidupan mahasiswa junior baik dari segi akademik maupun sosial di kampus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner menggunakan google form yang ditujukan kepada mahasiswa di lingkungan kampus. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif dari berbagai program studi dan angkatan. Penganalisisan data dilakukan dengan cara deskriptif dengan mengelompokkan jawaban responden, kemudian dihitung dalam bentuk persentase untuk melihat kecenderungan perspektif mahasiswa terhadap senioritas di lingkungan kampus. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah mendapati praktik ini menilai bahwa praktik ini mengarah pada tindakan bullying verbal dan mengarah pada perploncoan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman ulang terhadap nilai-nilai yang mendasari tradisi ini agar tidak menyimpang dari prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila.
Aprilia, R., & Sari, D. P. (2020). Budaya senioritas di kalangan mahasiswa: Studi kasus di perguruan tinggi negeri Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 145–160. https://doi.org/10.1234/jps.2020.18.2.145
Baron, R. A., & Byrne, D. (2004). Social psychology (10th ed.). Pearson Education.
Dewi, S. R., & Sari, M. (2023). Tindak kekerasan senioritas di perguruan tinggi: Faktor-faktor yang melatarbelakangi. Jurnal Kajian Pendidikan Karakter, 6(1), 45–60. https://doi.org/10.1000/pku.2023.6.1.45
Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (1991). Social cognition: From brains to culture (2nd ed.). McGraw-Hill.
Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, L. (2018). Tradisi senioritas kampus: Antara pembinaan karakter dan potensi perundungan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 12–24.
Wibowo, A., & Sari, N. (2020). Ambivalensi mahasiswa terhadap senioritas: Perspektif kognitif-afektif-konatif. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(2), 120–134. https://doi.org/10.26858/jppk.v6i2.12345
Yusuf, A. M. (2022). Dinamika kekuasaan dalam budaya kampus: Analisis persepsi junior terhadap senior. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 10(1), 34–50. https://doi.org/10.5678/jsp.2022.10.1.34
Zakaria, H., & Rahmawati, M. (2023). Senioritas dan perilaku kekerasan di kalangan mahasiswa (studi kasus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar). Journal of Societies, 12(1), 112–128. https://doi.org/10.9799/societies.12.1.112













